GMNI Tegal Satukan Barisan Melalui Konfercab XII, Lutfi Terpilih Jadi Ketua

Rabu, 21 Januari 2026 | 09.33
Konfercab XII GMNI Tegal yang digelar di Gedung DPD KNPI Kota Tegal, Jalan Wisanggeni, mengakhiri dualisme kepengurusan. Foto : Humas GMNI Tegal
Konfercab XII GMNI Tegal yang digelar di Gedung DPD KNPI Kota Tegal, Jalan Wisanggeni, mengakhiri dualisme kepengurusan. Foto : Humas GMNI Tegal

Konfercab XII GMNI Tegal akhiri dualisme, pilih M. Lutfi Azkiya sebagai ketua 2026–2028 dengan semangat persatuan dan Marhaenisme.

TEGAL, puskapik.com - Konferensi Cabang XII Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia atau GMNI Tegal, resmi mengakhiri dualisme kepengurusan yang sempat terjadi.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung DPD KNPI Kota Tegal pada Minggu 18 Januari 2026, M. Lutfi Azkiya terpilih sebagai Ketua GMNI Tegal periode 2026-2028.

Lutfi menyampaikan bahwa Konfercab merupakan forum tertinggi di tingkat cabang yang menjadi momentum penting dalam proses regenerasi kepemimpinan organisasi.

Baca Juga: Kepemimpinan Baru OJK Tegal Diharapkan Perkuat Stabilitas Jasa Keuangan

"Konfercab juga ruang dialektika untuk merumuskan arah gerak organisasi dalam menjawab tantangan zaman, khususnya di wilayah Tegal," ujar Lutfi, Selasa 20 Januari 2026.

Konfercab XII GMNI Tegal mengusung tema

'Bersatu Karena Kuat, Kuat Karena Bersatu'.

Menurut Lutfi, tema tersebut mencerminkan semangat persatuan kader GMNI setelah melewati dinamika internal organisasi.

Lutfi menegaskan bahwa soliditas internal merupakan fondasi utama dalam membangun kekuatan kolektif guna memperjuangkan aspirasi rakyat dan kaum marhaen.

"Forum tertinggi tingkat cabang ini secara mufakat menetapkan kami sebagai ketua dan sekretaris terpilih untuk masa juang dua tahun ke depan," kata Lutfi.

Melalui hasil konfercab tersebut, GMNI Tegal berkomitmen untuk terus bergerak dalam bingkai persatuan yang kokoh.

Kepemimpinan baru diharapkan mampu membawa organisasi menjadi lebih progresif serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Hal itu juga selaras dengan semangat nasionalisme dan Marhaenisme yang menjadi fondasi gerakan.

Sementara itu, Ketua Persatuan Alumni GMNI Kota Tegal, Arif Nurfalah mengatakan, tema konfercab menjadi pengingat penting bagi seluruh kader GMNI.

Menurut Arif, kekuatan organisasi tidak lahir dari kepintaran individu semata, melainkan dari kepaduan barisan yang solid dalam satu garis perjuangan Marhaenisme.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait