HNSI Kawal Pengembangan PPN Tegalsari Agar Tak Rugikan Nelayan

HNSI Jateng kawal pengembangan PPN Tegalsari 2027 agar tetap menguntungkan nelayan dan usaha lokal, sambil atasi kapasitas pelabuhan yang overkapasitas.
TEGAL, puskapik.com - Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Jawa Tengah, menegaskan akan mengawal rencana pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara atau PPN Tegalsari pada 2027 agar tidak merugikan nelayan dan pelaku usaha lokal.
Ketua HNSI Jawa Tengah, Riswanto, Senin 6 April 2026 mengatakan, pengembangan pelabuhan harus tetap berpihak pada masyarakat pesisir, termasuk pelaku usaha ikan asin yang selama ini menggantungkan hidup di kawasan tersebut.
“Pengembangan jangan sampai menimbulkan keberatan dari masyarakat. Aspirasi nelayan dan pelaku usaha harus tetap diperhatikan,” kata Riswanto, saat ditemui di Gedung DPRD Kota Tegal.
Baca Juga: Kepanikan Penumpang Saat KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Sempat Terdengar Suara ‘Bruk’
Riswanto menyebut, kekhawatiran sempat muncul dari pelaku usaha di Blok J yang takut kehilangan ruang usaha jika pengelolaan diambil alih pemerintah pusat.
Namun, HNSI telah melakukan pendekatan dan memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan.
Menurut Riswanto, Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan atau KKP, telah menyatakan komitmen untuk menampung masukan dari pelaku usaha lokal dalam proses pengembangan.
“Beberapa waktu lalu, kami bersama HNSI Kota Tegal, melakukan audiensi di KKP. Memang Ditjen Perikanan Tangkap menyatakan komitmennya untuk memperhatikan pelaku usaha lokal, seperti di kawasan Blok J,” ucap Riswanto.
Baca Juga: Harga Plastik Naik Gila-gilaan, Pedagang Kecil di Pemalang Terhimpit
Sementara itu, Sekretaris Komisi III DPRD Kota Tegal, Susanto Agus Priyono, menilai pengembangan PPN Tegalsari mendesak dilakukan karena kondisi pelabuhan yang sudah melebihi kapasitas.


