Kapolres Tegal Pimpin Kerja Bakti Pascabanjir di Guci

Sabtu, 24 Januari 2026 | 18.47
Personel Polres Tegal kerja bakti membersihkan lumpur dan material yang menutupi jalan dan fasilitas umum di kawasan Guci, Kabupaten Tegal, Sabtu, 24 Januari 2026.
Personel Polres Tegal kerja bakti membersihkan lumpur dan material yang menutupi jalan dan fasilitas umum di kawasan Guci, Kabupaten Tegal, Sabtu, 24 Januari 2026.

Personel Polres Tegal kerja bakti membersihkan lumpur pascabanjir yang menutup jalan dan fasilitas umum di Guci, Kabupaten Tegal, Sabtu (24/1/2026).

TEGAL, puskapik.com - Polres Tegal bersama Tim Siaga Bhayangkara melaksanakan kerja bakti membersihkan lumpur akibat luapan sungai di wilayah Guci, Kabupaten Tegal, pada Sabtu, 24 Januari 2026.

Sejak pagi hari, anggota bahu-membahu membersihkan material lumpur yang menutupi jalan, halaman rumah warga, serta fasilitas umum yang terdampak luapan sungai.

Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam.

Baca Juga: Banjir Sungai Keruh Putuskan Pipa PDAM, Layanan Air Bersih ke 7.600 Pelanggan di Bumiayu Terhenti

Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo menyatakan, kegiatan ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya dalam situasi darurat akibat bencana.

Selain membantu percepatan pemulihan lingkungan, kehadiran personel Polri juga bertujuan memberikan rasa aman dan semangat kepada warga agar tetap kuat menghadapi musibah.

“Polri hadir tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam misi kemanusiaan. Melalui kerja bakti ini, kami berharap dapat meringankan beban masyarakat serta mempercepat pemulihan aktivitas warga,” ungkap AKBP Bayu Prasatyo.

Baca Juga: Longsor Tebing Sungai Kupang Talun, 6 Rumah Rusak 17 Warga Mengungsi

Kepala UPTD Obyek Wisata Guci Wahyudi mengungkapkan, lumpur yang masuk ke lingkungan mereka cukup tebal dan sulit dibersihkan jika hanya mengandalkan tenaga warga.

“Kami sangat terbantu dengan kehadiran bapak-bapak polisi. Lumpur ini berat, kalau dikerjakan sendiri akan lama. Dengan adanya Polres Tegal, pekerjaan jadi lebih cepat dan kami merasa tidak sendirian menghadapi musibah ini,” ujarnya.

Warga lainnya, Basit Susheri, menambahkan bahwa kehadiran aparat kepolisian tidak hanya membantu secara fisik, tetapi juga memberi dukungan moral bagi masyarakat agar tetap kuat dan bangkit.

“Melihat polisi turun langsung, kami jadi semangat. Ini membuktikan bahwa Polri benar-benar hadir untuk rakyat, bukan hanya saat ada masalah hukum, tapi juga saat kami tertimpa bencana,” ungkapnya.

Masyarakat berharap sinergi antara warga dan aparat terus terjaga, terutama dalam menghadapi situasi darurat akibat cuaca ekstrem.

Kerja bakti yang dilakukan Polres Tegal bersama Tim Siaga Bhayangkara menjadi bukti nyata bahwa kebersamaan dan kepedulian adalah kunci untuk bangkit dari musibah.

Bagi warga Guci, kegiatan tersebut bukan sekadar membersihkan lumpur, tetapi juga menghadirkan rasa aman, harapan, dan keyakinan bahwa mereka tidak berjuang sendiri dalam menghadapi dampak bencana alam. **

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait