Banjir Sungai Keruh Putuskan Pipa PDAM, Layanan Air Bersih ke 7.600 Pelanggan di Bumiayu Terhenti

Sabtu, 24 Januari 2026 | 15.06
Kondisi aliran Kalikeruh di Bumiayu, Brebes, pascabanjir. Banjir sebelumnya merusak pipa distribusi PDAM Tirta Baribis Unit Bumiayu sehingga layanan air bersih ke ribuan pelanggan terhenti.
Kondisi aliran Kalikeruh di Bumiayu, Brebes, pascabanjir. Banjir sebelumnya merusak pipa distribusi PDAM Tirta Baribis Unit Bumiayu sehingga layanan air bersih ke ribuan pelanggan terhenti.

Banjir Kalikeruh Bumiayu putus pipa PDAM, aliran air bersih ke 7.600 pelanggan terhenti. Perbaikan segera dilakukan petugas.

BREBES, puskapik.com — Banjir yang menerjang aliran Kalikeruh menyebabkan pipa distribusi PDAM Tirta Baribis Unit Bumiayu putus. Akibatnya, layanan air bersih ke ribuan pelanggan di wilayah Bumiayu dan sekitarnya terhenti.

Kepala PDAM Tirta Baribis Unit Bumiayu, Muflikhin, membenarkan gangguan layanan tersebut. Ia menjelaskan, derasnya arus banjir mengakibatkan kerusakan pada jaringan pipa distribusi utama.

“Pipa PDAM dari sumber air Bulakan dan Uleng yang ada di Desa Adisana diterjang banjir Kalikeruh sehingga mengakibatkan putusnya pipa distribusi. Dampaknya, aliran air ke pelanggan mati,” kata Muflikhin.

Baca Juga: Sekda Brebes Tinjau Banjir Sungai Keruh di Bumiayu, 11 Rumah Warga Roboh

Gangguan pasokan air bersih ini berdampak pada 7.600 pelanggan yang tersebar di sejumlah wilayah, di antaranya Adisana, Kalierang, Jatisawit, Dukuhturi, Laren, Kaliwadas, Pruwatan, serta wilayah lainnya di Kecamatan Bumiayu.

Saat ini, petugas PDAM Tirta Baribis Unit Bumiayu masih melakukan inventarisasi kerusakan untuk memastikan titik-titik pipa yang terdampak banjir. Setelah pendataan selesai, perbaikan akan segera dilakukan.“Petugas sedang menginventarisir kerusakan dan segera dilakukan perbaikan. Kami berharap cuaca mendukung agar pekerjaan bisa segera diselesaikan,” ujarnya.

PDAM Tirta Baribis mengimbau para pelanggan terdampak untuk bersabar selama proses perbaikan berlangsung. Pihak PDAM juga berupaya mempercepat penanganan agar distribusi air bersih dapat kembali normal secepatnya. **

Artikel Terkait