Libur Nataru, KPH Balapulang Tetap Patroli Rutin dan Siaga
Jumat, 26 Desember 2025 | 05.16

MARGASARI, puskapik.com – Guna menjamin keamanan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Balapulang menggelar apel siaga, Kamis 25 Desember 2025. Kegiatan ...
MARGASARI, puskapik.com – Guna menjamin keamanan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Balapulang menggelar apel siaga, Kamis 25 Desember 2025.
Kegiatan tersebut berlangsung di Pemangkuan Hutan (RPH) Kali Lumping Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Linggapada, Desa Kaligayam, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal.
Sebanyak 4 BKPH. Yakni BKPH Larangan, BKPH Margasari, BKPH Pengarasan, BKPH Linggapada. Dengan jumlah personel, 4 orang Asper, 16 orang KRPH, dan 20 orang polisi territorial (Polter) mengikuti apel siaga tersebut.
Dalam kesempatan itu, Waka Adm KPH Balapulang, Susanto memberikan semangat juang dan pengarahan singkat kepada para petugas.
”Meskipun libur Nataru, petugas harus tetap patroli. Tetap waspada menghadapi cuaca ekstrem. Laporkan segera setiap ada kejadian dan bencana longsor maupun banjir. Petugas harus selalu siap siaga walaupun hari libur,” kata Susanto di hadapan peserta apel.
Menurut Susanto, Libur Nataru kali ini bersamaan dengan memasuki puncak musim penghujan. Yakni pada Desember - Januari.
Karena itu, keselamatan kerja rimbawan adalah prioritas utama.
Petugas juga diminta untuk memastikan agar hutan aman dari pencurian (illegal logging) dan gangguan lainnya.
Selain itu, selalu siaga menghadapi bencana alam longsor atau banjir.
Deteksi Dini
”Menjelang akhir tahun, intensitas kerawanan biasanya meningkat. Tngkatkan frekuensi patroli di titik-titik rawan, terutama malam hari dan hari libur. Jangan lupa selalu melakukan koordinasi aktif dengan Polsek, Koramil, dan LMDH setempat untuk deteksi dini gangguan keamanan,” jelasnya.
Dia mengimbau kepada segenap jajaran petugas di wilayah KPH Balapulang untuk selalu waspada terhadap bencana hidrometeorologi.
Kemudian, selalu melakukan pemetaan kembali tebing atau lereng yang rawan longsor. Selain itu, daerah aliran sungai yang rawan banjir bandang di tiap RPH.
”Selalu waspada terhadap bencana. Pastikan saluran drainase di sekitar rute angkutan kayu dan akses jalan hutan berfungsi dengan baik,” tegasnya.
Dia berpesan kepada para petugas agar melaksanakan pekerjaan dengan selalu menjaga keselamatan dan kesehatan kerja.
”Bekerja di musim hujan memiliki risiko tinggi, licin, pohon tumbang, dan petir. Karena itu, petugas saat di lapangan harus gunakan helm, sepatu boots, dan jas hujan yang layak,” ungkapnya.
Menurut dia, keberhasilan pengamanan hutan bukan diukur dari berapa banyak pelaku yang ditangkap, tapi dari seberapa aman hutan kita tetap berdiri tegak dan masyarakat sekitar tetap tenang.***
Artikel Terkait

Telur Asin Gagal Disulap Jadi Salted Egg Crackers, Universitas Harkat Negeri Dampingi UMKM Brebes

1.488 Pramuka Jateng di Jambore Nasional, Ahmad Luthfi: Pulang Harus Jadi Pemimpin

Forum HRD Tegal Dorong Rekrutmen Transparan, Hindari PHP ke Pencari Kerja
