Mahasiswa Tegal Raya Demo di Balai Kota, Desak Evaluasi Kebijakan Pemerintah

Jumat, 19 Juni 2026 | 18.09
Aksi unjuk rasa Aliansi Mahasiswa Tegal Raya, di depan Balai Kota Tegal, Jumat 19 Juni 2026, mendapat pengawalan ketat dari aparat Kepolisian.
Aksi unjuk rasa Aliansi Mahasiswa Tegal Raya, di depan Balai Kota Tegal, Jumat 19 Juni 2026, mendapat pengawalan ketat dari aparat Kepolisian.

Aliansi Mahasiswa Tegal Raya demo di Balai Kota Tegal, mendesak evaluasi kebijakan pemerintah, stabilisasi harga kebutuhan pokok, dan perbaikan program MBG.

TEGAL, puskapik.com - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Tegal Raya, menggelar aksi unjuk rasa di depan Balai Kota Tegal, Jumat 19 Juni 2026.

Massa sempat melakukan long march dari Balai Kota menuju Jalan Pancasila sebelum kembali melanjutkan orasi.

Dalam aksinya, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan, mulai dari evaluasi kebijakan hingga stabilisasi harga kebutuhan pokok.

Baca Juga: 4.000 Liter Air Bersih Mengalir untuk Warga Sirowo, Polres Kendal Hadir di Tengah Kebutuhan Masyarakat

Koordinator aksi, Abdurrahman Wahid, mengatakan, pemerintah perlu menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN.

Selain itu, Abdur meminta program Makan Bergizi Gratis atau MBG dan Koperasi Merah Putih dievaluasi secara menyeluruh.

"Harga kebutuhan pokok dan BBM semakin tidak terkendali. Pemerintah wajib melakukan stabilisasi harga," ujar Abdur.

Mahasiswa juga mendesak evaluasi penyaluran bantuan subsidi agar tepat sasaran.

Baca Juga: Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polres Pekalongan Bedah Rumah Warga Lansia Penderita Stroke di Kajen

Mereka turut menuntut agar TNI dan Polri kembali pada tugas pokok dan fungsi serta menghentikan tindakan represif.

Aksi tersebut kemudian ditemui Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah atau Forkopimda.

Dedy Yon mengaku memahami tuntutan yang disampaikan mahasiswa, termasuk terkait program MBG dan kenaikan harga BBM.

Wali kota dua periode ini menyebut bahwa pemerintah membutuhkan masukan dari mahasiswa dalam merumuskan kebijakan.

"Terkait MBG di Kota Tegal jumlahnya masih terbatas, saat ini baru terdapat 31 SPPG dan masih jauh dari target pemerintah," kata Dedy Yon.

Dedy Yon menambahkan, pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Kota Tegal baru mencapai sembilan titik karena keterbatasan aset pemerintah daerah.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait