Pelajar Masih Rawan Langgar Penggunaan AI, Polres Tegal Kota Terjun ke Sekolah

Pelajar Tegal masih rawan salah gunakan AI, Polres beri pelatihan sehari di sekolah agar bijak, paham etika, dan manfaatkan teknologi secara positif.
TEGAL,puskapik.com - Era milenial yang disertai kehadiran teknologi Artificial Intelligence (AI), menjadi perhatian serius jajaran Polres Tegal Kota.
Salah satunya, karena kalangan pelajar masih dinilai rawan dapat menyalahgunakan dan rawan penggunaan teknologi kecerdasan buatan tersebut.
Kapolres Tegal Kota AKBP Heru Antariksa Cahya SIK MH mengungkapkan, pelanggaran penggunaan teknologi Akal Imitasi itu dapat menimpa siapa pun.
Baca Juga: Mulai Jumat Besok ASN di Kabupaten Pemalang Terapkan WFH
Meski demikian, pihaknya merasa perlu membekali generasi muda, terutama kalangan pelajar SMA dan SMK, agar tak terjerumus pelanggaran berkait kehadiran teknologi tersebut.
Atas dasar itulah, pihaknya turun tangan langsung, memberi pembekalan langsung berkait pelatihan penggunaan teknologi itu secara baik dan benar.
Salah satunya, markas kepolisian itu berkolaborasi dengan AI ASEAN/Mafindo menggelar pelatihan ''AI Ready ASEAN'', yang diikuti ratusan pelajar SMA dan SMK, di Aula SMA Negeri 2 Kota Tegal, selama satu hari, Kamis (9/4).
Baca Juga: Kisah Wagub Jateng "Membocorkan" Nama Aslinya Diganti Mbah Moen di Depan Ribuan Alumni
''Salah satu target pelatihan ini, diharapkan dapat meminimalisasi pelanggaran penggunaan teknologi AI. Karena itulah, semua yang diajarkan diharapkan pula cukup menjadi bekal bagi pelajar SMA dan SMK dalam menapaki perkembangan teknologi digital di era milenial sekarang,'' terang Kapolres Tegal Kota AKBP Heru Antariksa Cahya SIK MH, saat membuka kegiatan pelatihan tersebut.
Kegiatan tersebut, kata dia, menjadi ruang belajar bagi pelajar dalam memahami kecerdasan buatan (AI) secara komprehensif.
Mulai dari konsep dasar, etika penggunaan teknologi, hingga praktik melalui Learning Management System (LMS) AI Ready ASEAN.
Pihaknya menegaskan, perkembangan kecerdasan buatan telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan. Karena itulah bila tak hati-hati dan mengetahui etika dan aturannya, akan sangat rawan terjadinya pelanggaran.
''Seperti diketahui bersama, kehadiran AI telah mengubah cara kita belajar, bekerja, hingga berinteraksi. Karena itu, pelajar harus siap dan mampu memanfaatkannya secara bijak. Ikuti kegiatan pelatihan ini secara baik. Kalau ada yang belum paham, atau menjumpai kendalanya, langsung tanyakan agar ada solusinya,'' pesan Kapolres Tegal Kota dihadapan ratusan pelajar SMA dan SMK.
Kapolres juga mengungkapkan, meski penggunaan teknologi tersebut rawan terjadi penyalahgunaan, tapi sebenarnya bukanlah sebuah ancaman. Lewat pembekalan dalam pelatihan tersebut, AI dapat menjadi alat bantu yang dapat meningkatkan efektivitas dan produktivitas jika digunakan secara tepat.
TAK MENGGANTIKAN
Kehadiran teknologi AI, lanjut dia, sebenarnya tidak serta merta menggantikan manusia.
Justru menjadi sarana untuk memperkuat kemampuan berpikir, berkreasi, dan berinovasi. Karena itulah konsep dasar, etika dan aturannya harus dipegang teguh.
Selain itu, dia juga mengingatkan pentingnya penggunaan teknologi tersebut secara bertanggung jawab. Pelajar didorong memanfaatkan AI untuk hal-hal positif.
Seperti mendukung pembelajaran, riset, dan pengembangan kreativitas, serta menghindari praktik penyalahgunaan seperti plagiarisme.
Tapi sebagai pemantik lahirnya ide bagus, bukan sebagai pengganti proses berpikir.
Disitulah pihaknya sangat berharap peran penting para pendidik dalam mengawal pemanfaatan teknologi di lingkungan sekolah, agar tetap berada pada koridor yang tepat dan produktif.
Karena itulah, pendidik juga harus memiliki bekal yang cukup untuk mengawal anak didiknya dalam menapaki perkembangan teknologi sekarang.
Kepala SMA Negeri 2 Kota Tegal, Uti Bisnuharti, sangat mengapresiasi terselenggaranya program tersebut, yang dinilai memberikan wawasan baru bagi para pelajar.
''Program ini membantu siswa lebih bijak dan beretika dalam memanfaatkan teknologi AI. Sekaligus mendapatkan bekal agar mampu memilah dampak positif dan negatifnya,'' ucap dia.
Menurut dia, penguatan karakter menjadi bagian penting dalam menghadapi perkembangan zaman. Seperti dukungan Bank Indonesia lewat program ''Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah'' yang menanamkan pemahaman nilai kebangsaan kepada para pelajar.
Atas nama sekolah, pihaknya berharap, pelatihan yang digelar itu tak hanya meningkatkan literasi digital bagi pelajar.
Tetapi diharapkan pula menjadi bekal pembentukan generasi muda yang adaptif, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan masa depan di tengah pesatnya transformasi teknologi. **
Artikel Terkait

Semarak HUT ke-81 PMI di Pemalang, Warga Ikuti Senam dan Donor Darah

Berkunjung ke Batang, Wapres Gibran Jenguk Korban Keracunan MBG, Jumlah Total Capai 674 Orang

Puluhan Driver Ojol di Tegal Deklarasi Patrol, Satukan Roda Dua dan Roda Empat
