Pelajar Masih Rawan Langgar Penggunaan AI, Polres Tegal Kota Terjun ke Sekolah

Kamis, 9 April 2026 | 19.30
Personel Polres Tegal Kota mengajak dialog santai dengan pelajar SMA dan SMK pelatihan selama satu hari, berkait penggunaan teknologi AI, di Aula SMA Negeri 2 Kota Tegal, Kamis (9/4).
Personel Polres Tegal Kota mengajak dialog santai dengan pelajar SMA dan SMK pelatihan selama satu hari, berkait penggunaan teknologi AI, di Aula SMA Negeri 2 Kota Tegal, Kamis (9/4).

Pelajar Tegal masih rawan salah gunakan AI, Polres beri pelatihan sehari di sekolah agar bijak, paham etika, dan manfaatkan teknologi secara positif.

TEGAL,puskapik.com - Era milenial yang disertai kehadiran teknologi Artificial Intelligence (AI), menjadi perhatian serius jajaran Polres Tegal Kota.

Salah satunya, karena kalangan pelajar masih dinilai rawan dapat menyalahgunakan dan rawan penggunaan teknologi kecerdasan buatan tersebut.

Kapolres Tegal Kota AKBP Heru Antariksa Cahya SIK MH mengungkapkan, pelanggaran penggunaan teknologi Akal Imitasi itu dapat menimpa siapa pun.

Baca Juga: Mulai Jumat Besok ASN di Kabupaten Pemalang Terapkan WFH

Meski demikian, pihaknya merasa perlu membekali generasi muda, terutama kalangan pelajar SMA dan SMK, agar tak terjerumus pelanggaran berkait kehadiran teknologi tersebut.

Atas dasar itulah, pihaknya turun tangan langsung, memberi pembekalan langsung berkait pelatihan penggunaan teknologi itu secara baik dan benar.

Salah satunya, markas kepolisian itu berkolaborasi dengan AI ASEAN/Mafindo menggelar pelatihan ''AI Ready ASEAN'', yang diikuti ratusan pelajar SMA dan SMK, di Aula SMA Negeri 2 Kota Tegal, selama satu hari, Kamis (9/4).

Baca Juga: Kisah Wagub Jateng "Membocorkan" Nama Aslinya Diganti Mbah Moen di Depan Ribuan Alumni

''Salah satu target pelatihan ini, diharapkan dapat meminimalisasi pelanggaran penggunaan teknologi AI. Karena itulah, semua yang diajarkan diharapkan pula cukup menjadi bekal bagi pelajar SMA dan SMK dalam menapaki perkembangan teknologi digital di era milenial sekarang,'' terang Kapolres Tegal Kota AKBP Heru Antariksa Cahya SIK MH, saat membuka kegiatan pelatihan tersebut.

Kegiatan tersebut, kata dia, menjadi ruang belajar bagi pelajar dalam memahami kecerdasan buatan (AI) secara komprehensif.

Mulai dari konsep dasar, etika penggunaan teknologi, hingga praktik melalui Learning Management System (LMS) AI Ready ASEAN.

Pihaknya menegaskan, perkembangan kecerdasan buatan telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan. Karena itulah bila tak hati-hati dan mengetahui etika dan aturannya, akan sangat rawan terjadinya pelanggaran.

''Seperti diketahui bersama, kehadiran AI telah mengubah cara kita belajar, bekerja, hingga berinteraksi. Karena itu, pelajar harus siap dan mampu memanfaatkannya secara bijak. Ikuti kegiatan pelatihan ini secara baik. Kalau ada yang belum paham, atau menjumpai kendalanya, langsung tanyakan agar ada solusinya,'' pesan Kapolres Tegal Kota dihadapan ratusan pelajar SMA dan SMK.

Kapolres juga mengungkapkan, meski penggunaan teknologi tersebut rawan terjadi penyalahgunaan, tapi sebenarnya bukanlah sebuah ancaman. Lewat pembekalan dalam pelatihan tersebut, AI dapat menjadi alat bantu yang dapat meningkatkan efektivitas dan produktivitas jika digunakan secara tepat.

TAK MENGGANTIKAN

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait