Penjualan Kue Keranjang Imlek di Tegal Lesu, Pengusaha Keluhkan Harga Bahan Baku Naik

Senin, 12 Januari 2026 | 15.32
Salah satu pekerja menunjukkan kue keranjang Sido Makmur rasa original yang diproses selama kurang lebih 12 jam, Senin 12 Januari 2026.
Salah satu pekerja menunjukkan kue keranjang Sido Makmur rasa original yang diproses selama kurang lebih 12 jam, Senin 12 Januari 2026.

Penjualan kue keranjang jelang Imlek 2026 di Kota Tegal lesu akibat sepinya pesanan dan naiknya harga bahan baku.

TEGAL, puskapik.com - Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2026, penjualan kue keranjang di Kota Tegal justru terpantau lesu. Kondisi ini dikeluhkan pelaku usaha kue keranjang legendaris, Mindayani Wirdjono (85), yang telah puluhan tahun memproduksi kue khas Imlek tersebut.

Pemilik nama mandarin, Oey Tong Gwat itu mengaku, hingga satu bulan menjelang Imlek, pesanan kue keranjang masih sepi. Situasi ini membuatnya ragu terhadap tingkat permintaan kue keranjang pada perayaan Imlek di tahun Shio Ular Kayu.

“Sekarang ini sepertinya lagi sepi semua. Jadi agak ragu-ragu, bikinnya ya secukupnya saja. Apalagi harga bahan baku juga pada naik,” ujar Mindayani saat ditemui, Senin 12 Januari 2026.

Baca Juga: Anggota Komisi I Minta Disdikbud Tegal Ikut Pantau Program MBG

Mindayani membandingkan kondisi tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya. Biasanya, sebulan sebelum Imlek, pesanan sudah berdatangan dari berbagai daerah seperti Semarang, Surabaya hingga Jakarta. Namun, tahun ini jumlah pemesanan masih jauh menurun.

Tak hanya penjualan yang lesu, pemilik usaha Kue Keranjang Sido Makmur ini juga harus menghadapi kenaikan harga bahan baku.

Mindayani menyebut, harga tepung mengalami kenaikan dari Rp 17.500 menjadi Rp 19.000 per kilogram. Sementara harga gula kini berada di kisaran Rp 15.500 per kilogram. Kenaikan paling signifikan, yakni harga kakao yang melonjak hampir tiga kali lipat.

“Sekarang pemerintah tidak impor ketan, jadi harganya ikut naik. Saya juga tidak bisa menyiasati harga atau ukuran, karena pelanggan sudah terbiasa dengan harga lama. Untuk kakao, saya pakai bahan baku impor,” jelas Mindayani.

Baca Juga: Komisi II Tinjau Puskesmas Tegal Barat, Posyandu ILP Masih Hadapi Kendala

Meski demikian, Mindayani tetap memproduksi kue keranjang dengan kualitas yang sama.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait