Perhutani KPH Pekalongan Barat Lakukan Penyulaman di Hutan Lindung Sawangan

Sabtu, 29 November 2025 | 17.13

SLAWI, puskapik.com - Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Barat menggandeng Pemuda Pancasila, Pemerintah Desa dan tokoh masyarakat Sigedong serta Komunitas pecinta alam Bosapala...

SLAWI, puskapik.com - Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Barat menggandeng Pemuda Pancasila, Pemerintah Desa dan tokoh masyarakat Sigedong serta Komunitas pecinta alam Bosapala Sawangan, Kecamatan Bumijawa melakukan penyulaman terhadap tanaman yang tidak tumbuh baik. Penyulaman dilaksanakan di petak 48 RPH Guci, pada Kamis,, 27 November 2025. Administratur / Kepala KPH Pekalongan Barat Maria Endah Ambarwati melalui Asper / Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Bumijawa, Taufik menyampaikan, kegiatan ini merupakan giat sinergi yang berkesinambungan. Taufik berharap kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga hutan agar hutan di wilayah lereng Gunung Slamet tetap lestari. “Perhutani terus melakukan upaya-upaya seperti pelarangan garapan, bukan hanya saat ini saja upaya yang dilakukan namun hampir tiap tahunnya," sebut Taufik. Taufik menuturkan, Perhutani telah melakukan langkah-langkah antisipasi kerusakan hutan seperti selalu aktif melakukan sosialisasi pelarangan garapan kepada masyarakat sekitar hutan. Selain itu, sosialisasi di rumah tokoh masyarakat, komunikasi sosial dengan masyarakat penggarap, memasang papan larangan garapan, termasuk koordinasi lintas instansi terkait serta forkompincam untuk mencari solusi penanganan dan pemeliharaan hutan akibat tanaman sayuran agar masyarakat mau beralih komoditas. Patroli gabungan juga dilaksanakan untuk memberikan sosialisasi agar masyarakat penggarap beralih komoditas dari jenis sayuran ke tanaman kehutanan. Sementara itu Ketua Bosapala Sawangan Sigedong, Akhmad S Arifin memberikan apresiasi dan mendukung langkah-langkah Perhutani KPH Pekalongan Barat, yang selama ini telah melakukan upaya-upaya dalam rangka kelestarian hutan. Gerakan penanaman dan pemeliharaan hutan terus lakukan sejak tahun 2023, berlanjut hingga tahun ini. Puluhan ribu bibit tanaman sudah ditanam di hutan wilayah lereng barat Gunung Slamet. Penanaman dengan menggandeng pihak-pihak lain dan stakeholder terkait termasuk pecinta alam. Tak berhenti pada aksi penanaman, namun juga intens melakukan pengawasan dan penjagaan pasca penanaman. “Kami juga mengharap dan mengajak elemen masyarakat agar bersama-sama menjaga hutan serta ikut berperan serta untuk kelestarian hutan” , imbuhnya. **

Artikel Terkait