Revitalisasi Sekolah Dipercepat, Ribuan Mebeler Rusak di Tegal Masih Menunggu Anggaran

Revitalisasi sekolah di Kota Tegal menyasar lebih dari 40 satuan pendidikan. Namun, 8.530 set meja dan kursi di 92 sekolah masih rusak berat.
TEGAL, puskapik.com - Upaya perbaikan sarana pendidikan di Kota Tegal, mulai menunjukkan kemajuan melalui program revitalisasi sekolah.
Namun, di saat yang sama, ribuan meja dan kursi di puluhan sekolah masih dalam kondisi rusak dan menunggu kepastian anggaran pengadaan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal, Dewi Umaroh mengatakan, pemerintah kota memperoleh alokasi revitalisasi sekolah yang cukup besar pada tahun ini.
Baca Juga: Sungai Cacaban di Padasari Tegal Kering, Warga Andalkan Bantuan Air Bersih
Bantuan tersebut menyasar berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMP.
"Sekolah-sekolah yang sebelumnya kondisinya memprihatinkan, sekarang mulai mendapatkan bantuan revitalisasi. Jumlahnya cukup banyak, lebih dari 40 satuan pendidikan," kata Dewi saat menghadiri workshop pendidikan di Khas Hotel Tegal, Jumat 11 September 2026.
Menurut Dewi, dukungan dari pemerintah pusat, khususnya melalui Komisi X DPR RI, turut mempercepat realisasi program tersebut.
Baca Juga: Guru di Tegal Diarahkan Kuasai AI, Agung Widyantoro : Belajar Tak Cukup dari Buku
Selain perbaikan fisik, peningkatan kompetensi guru juga dilakukan melalui berbagai pelatihan dan workshop yang direncanakan berkelanjutan.
Meski demikian, persoalan sarana penunjang pembelajaran masih menjadi pekerjaan rumah.
Berdasarkan catatan Komisi I DPRD Kota Tegal, sebanyak 8.530 set meja dan kursi di 92 satuan pendidikan dilaporkan dalam kondisi rusak berat.
Rinciannya, kerusakan tersebut tersebar di 79 sekolah dasar dan 13 sekolah menengah pertama negeri.
Kondisi ini dinilai berpotensi mengganggu kenyamanan sekaligus keselamatan siswa dalam kegiatan belajar mengajar.
Anggota Komisi I DPRD Kota Tegal, Arie Prima Setyoko mengatakan, persoalan meubelair sebenarnya telah dibahas dalam pembahasan anggaran perubahan. Namun, rencana pengadaan sempat tidak terakomodasi.
"Pengadaan mebel sempat dianggarkan, tetapi kemudian hilang dalam pembahasan perubahan. Kemungkinan akan kami dorong kembali pada APBD murni 2027," ujar Arie.