Tekan Pemilih Pragmatik di Kota Tegal, DPR RI Dorong Pendidikan Politik Sejak SMP

DPR RI mendorong pendidikan politik sejak SMP di Kota Tegal untuk membentuk pemilih pemula yang rasional dan mengurangi praktik pemilih pragmatis pada Pemilu.
TEGAL, puskapik.com - Komisi Pemilihan Umum Kota Tegal, mendorong penguatan pendidikan politik sejak tingkat sekolah menengah pertama, guna menyiapkan pemilih pemula yang lebih rasional pada Pemilu 2029.
Dorongan itu mengemuka dalam kegiatan sosialisasi pemilih berkelanjutan yang digelar di Khas Tegal Hotel, Minggu 21 Juni 2026.
Anggota Komisi II DPR RI, Wahyudin Noor Aly atau Goyud menilai, persoalan utama pemilu di Indonesia masih terletak pada kualitas pemilih yang cenderung pragmatis dan mudah terpengaruh iming-iming.
“Kita sangat tahu problem pemilu di Indonesia ada di pemilih. Masih ada yang salah pilih karena iming-iming. Kita ingin pada 2029 persoalan ini bisa diselesaikan,” kata Goyud.
Baca Juga: Ketika Pabrik Tumbuh, Rumah Pekerja Jadi Kebutuhan Baru di Batang-Kendal
Goyud menjelaskan, siswa SMP saat ini, khususnya kelas IX, merupakan calon pemilih pemula pada Pemilu 2029. Karena itu, edukasi politik dinilai penting diberikan sejak dini agar mereka memahami hak dan kewajibannya sebagai pemilih.
Menurut Goyud, pendidikan politik berbeda dengan aktivitas partai politik. Pendidikan politik berfokus pada pemberian pengetahuan tentang cara memilih pemimpin yang tepat, bukan pada kepentingan menang atau kalah.
“Kalau partai politik punya kepentingan, itu wajar. Tapi pendidikan politik tujuannya untuk bangsa, agar masyarakat paham bagaimana memilih pemimpin yang baik,” ujar Goyud.
Baca Juga: Di Mandiri Jogja Marathon 2026, Ahmad Luthfi Serukan Sport Tourism dan Kolaborasi Antarwilayah
Goyud juga menegaskan pentingnya menjaga integritas pemilih dengan tidak memperjualbelikan hak suara.
Pria 61 tahun ini mengingatkan besarnya biaya penyelenggaraan pemilu yang bersumber dari uang rakyat.
“Biaya pemilu sangat mahal. Kalau pemilih masih pragmatis, bagaimana masa depan negara ini,” ucap Goyud.
Sementara itu, Komisioner KPU Kota Tegal, Divisi Hukum dan Pengawasan, Mohammad Masyhadi mengatakan, sosialisasi pemilih merupakan bagian dari program prioritas nasional KPU.
Masyhadi menyebut, edukasi kepada pemilih pemula telah dilakukan di sejumlah SMP di Kota Tegal, seperti SMP Negeri 1, 2 dan 4.
Adapun untuk tingkat SMA dan SMK, kegiatan serupa dilakukan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik atau Bakesbangpol, Kota Tegal.


