Transfer Pusat Dipangkas, APBD Tegal Alami Tekanan

Pemangkasan dana transfer pusat membuat ruang fiskal APBD Kota Tegal 2026 tertekan di tengah kebutuhan perbaikan infrastruktur dan drainase warga.
TEGAL, puskapik.com - Pemangkasan dana transfer dari pemerintah pusat membuat ruang fiskal Pemerintah Kota Tegal, semakin sempit di tengah keluhan warga soal infrastruktur, mulai dari jalan rusak hingga persoalan drainase yang memicu banjir.
Hal tersebut mengemuka dalam masa reses Persidangan II anggota DPRD Kota Tegal, Abdul Ghoni di wilayah Kecamatan Tegal Selatan.
Dalam pertemuan dengan warga, Ghoni menyebut kondisi keuangan daerah tahun anggaran 2026 tengah menghadapi tekanan akibat kebijakan pengurangan transfer dari pemerintah pusat.
Baca Juga: Pasar Murah Ramadan Polres Brebes Diserbu Warga
Ghoni menjelaskan, rencana belanja daerah Kota Tegal tahun 2026 mengalami koreksi dari Rp 1,2 Triliun menjadi sekitar Rp 1,19 Triliun.
Sementara itu, kemampuan Pendapatan Asli Daerah atau PAD dinilai masih terbatas.
"Pendapatan asli daerah kita baru sekitar Rp 380 miliar atau sekitar 30 persen dari total kebutuhan belanja. Artinya ketergantungan terhadap dana dari pemerintah pusat masih sangat tinggi," kata Ghoni.
Baca Juga: Pembatasan Angkutan Barang, Truk Barang Dilarang Melintas Mulai 13-29 Maret
Meski demikian, Ghoni menyampaikan kabar positif terkait capaian Pemerintah Kota Tegal yang meraih Penghargaan Sutami atas pengelolaan jalan terbaik.
Penghargaan tersebut diproyeksikan membuka peluang bantuan infrastruktur sekitar Rp 40 miliar yang rencananya akan diprioritaskan untuk perbaikan jalan.


