Zonasi dan Minim Sekolah Negeri Jadi Kendala Akses Pendidikan di Kota Tegal

Akses sekolah negeri di Kota Tegal terkendala zonasi dan keterbatasan fasilitas. DPRD soroti banyak siswa tak tertampung hingga terpaksa putus sekolah.
TEGAL, puskapik.com - Akses pendidikan di Kota Tegal masih terkendala kebijakan zonasi dan keterbatasan sekolah negeri.
Sekretaris Komisi I DPRD Kota Tegal, Eko Susanto mengatakan, kondisi di lapangan menunjukkan masih banyak warga kesulitan mengakses sekolah negeri.
"Ada warga yang tidak bisa masuk sekolah negeri dan harus ke swasta. Tapi karena mahal, akhirnya tidak sekolah," ujar Eko, Selasa 5 Mei 2026.
Baca Juga: Ngeri, Tiang Telekomunikasi Hampir Roboh di Jalan Jatinegara
Menurut Eko, selain persoalan zonasi, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan juga perlu ditingkatkan.
Eko yang juga ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia atau HNSI Kota Tegal, tak menampik jika anak-anak di wilayah pesisir memilih bekerja ketimbang sekolah.
"Gak sedikit orang tua yang harusnya menyekolahkan anak, tapi terganjal zonasi. Lalu sang anak memilih pergi melaut daripada menganggur di rumah," ucap Eko.
Baca Juga: Bupati Batang Ajak Pelari Mancanegara Kampanyekan Lingkungan Lewat Fun Run
Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XI Jawa Tengah, Sulikin menyebut, pihaknya membawahi 254 sekolah negeri di wilayah Kota dan Kabupaten Tegal serta Kabupaten Brebes.
Menurut Sulikin, penerimaan siswa baru melalui jalur zonasi terus mengalami perubahan signifikan.
Bahkan dirinya mengaku pada tahun ini formulasi jalur zonasi jenjang SMA/ SMK akan mengalami perubahan, utamanya mengenai prosentase.
"Dari tahun ke tahun selalu ada evaluasi dan penyesuaian. Tahun ini pun formulasinya disesuaikan, khususnya untuk prosentase zonasi," kata Sulikin.
Sulikin menambahkan, pemerintah tengah membangun SMAN 6 Tegal sebagai upaya pemerataan akses pendidikan di Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal.
Sekolah tersebut berdiri di Kelurahan Kalinyamat Wetan dan telah mendapat kuota penerimaan siswa baru tahun ini.
"Terdapat zonasi khusus untuk wilayah yang belum memiliki sekolah negeri, seperti Kecamatan Tegal Selatan, yang baru memiliki SMA negeri. Insya Allah tahun ini sudah ada kuotanya," jelas Sulikin.



