Dislutkan Batang Bersihkan Ikan Sapu-Sapu di Sungai Kauman, Cegah Kerusakan Ekosistem

Dislutkan Batang bersihkan ikan sapu-sapu di Sungai Kauman untuk menjaga ekosistem sungai dan melindungi keberadaan ikan lokal.
BATANG, puskapik.com - Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Batang menggelar gerakan pembersihan ikan sapu-sapu di aliran sungai Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Kauman, Kabupaten Batang, Kamis (7/5/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga kelestarian ekosistem sungai sekaligus menekan populasi ikan sapu-sapu yang dinilai mengancam keberadaan ikan lokal.
Sekretaris Dislutkan Batang Hermanto mengatakan, gerakan ini melibatkan berbagai instansi dan elemen masyarakat.
Baca Juga: Aliansi Mahasiswa Tegal Kritisi 41 Kasus Kekerasan Anak
Kegiatan ini dilaksanakan mulai dari wilayah Kelurahan Kauman hingga sekitar kompleks kabupaten, dengan melibatkan sekitar 60 personel di beberapa titik.
“Adapun instansi yang terlibat antara lain DLH Kabupaten Batang, DPUPR, Satpol PP, Satpol Airud, Polres Batang, Pos TNI AL, Kelurahan Kauman, serta sejumlah komunitas masyarakat,” jelasnya.
Dijelaskannya, ikan sapu-sapu termasuk spesies invasif yang dapat merusak keseimbangan ekosistem sungai karena populasinya berkembang sangat cepat dan mengganggu habitat ikan lokal.
Baca Juga: Peduli Sungai, Ahmad Luthfi Ikuti Run for Rivers dan Pungut Sampah Bareng Warga Pekalongan
Selain itu, ikan tersebut juga tidak dianjurkan untuk dikonsumsi karena berpotensi mengandung logam berat yang membahayakan kesehatan.
“Populasi ikan sapu-sapu yang terus meningkat dapat mengancam ikan lokal dan merusak ekosistem sungai. Dalam kegiatan tersebut, petugas menemukan ikan dengan ukuran bervariasi, mulai dari 200 gram hingga hampir 1 kilogram per ekor,” terangnya.
Setelah dikumpulkan, ikan-ikan tersebut direncanakan dimusnahkan dengan cara dibakar guna mencegah penyebaran kembali.
Sementara itu, Lurah Kauman Suryandaru mengatakan, kegiatan ini berawal dari keluhan warga yang kerap melihat banyaknya ikan sapu-sapu di sungai kawasan Jalan Ahmad Yani.
Menurutnya, keberadaan ikan tersebut juga dikeluhkan para warga yang biasa memancing di sungai karena hasil tangkapan didominasi ikan sapu-sapu dibanding ikan lokal.
“Warga merasa ikan lokal semakin berkurang karena sungai dipenuhi ikan sapu-sapu,” ujar dia.
Ia menambahkan, perilaku ikan sapu-sapu yang membuat lubang di tanggul sungai juga dikhawatirkan memicu erosi dan kerusakan bantaran sungai.
Artikel Terkait

Operasi Rokok Ilegal di Batang, Satpol PP Ungkap Sejumlah Merk Tiruan yang Disita

Idul Adha di Gringsing, Wabup Batang Suyono Ingatkan Kondusivitas Kunci Pertumbuhan Investasi

Libur Idul Adha, Penumpang di Stasiun Batang Meningkat 88,4 Persen
