Forum Anak Batang Perkenalkan Permainan Tradisional pada Momen Car Free Day

Minggu, 12 Juli 2026 | 21.07
Permainan tradisional di Batang
Permainan tradisional yang diselenggarakan Forum Anak Batang pada event CFD di halaman Rumah Dinas Bupati Batang, Minggu (12/7/2026).(Arif Suryoto/puskapik.com)

Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) dan Forum Anak Batang menggelar permainan tradisional.

BATANG, puskapik.com – Kabar baik untuk warga Kabupaten Batang yang ingin mengenang permainan tradisional silakan datang pada hari Minggu bersamaan dengan Car Free Day (CFD) di Alun-alun dan halaman rumah dinas Bupati Batang.

Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) dan Forum Anak Batang menggelar permainan tradisional.

"Kegiatan itu bertujuan mengajak generasi muda mengenal kembali permainan tradisional sebagai bagian dari warisan budaya sekaligus alternatif aktivitas yang sehat, edukatif, dan menyenangkan," kata Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Weni Ary Susanti mewakili Kepala DP3AP2KB Joko Prasetyo saat ditemui puskapik.com di halaman rumah dinas Bupati Minggu 12 Juli 2026.

Baca Juga: Gerindra Pemalang Tunggu Restu DPD untuk PAW 2 Kursi DPRD yang Kosong

Berbagai permainan tradisional ada di CFD, di antaranya sengklek, ular tangga, egrang, yoyo, bola bekel, dakon, hingga lompat tali menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

Anak-anak tampak antusias mencoba berbagai permainan didampingi anggota Forum Anak yang mengedukasi cara menggunakan dan aturan bermain permainan itu.

Weni Ary Susanti menuturkan, Forum Anak menjadi wadah bagi anak-anak untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan yang positif. Melalui pengenalan permainan tradisional di CFD.

"Kami imengajak anak-anak kembali menikmati permainan yang sarat nilai edukasi, mempererat interaksi sosial, sekaligus melestarikan budaya bangsa,"katanya.

Disebutkan, DP3AP2KB akan terus mendukung kegiatan yang ramah anak dan mendorong terwujudnya Kabupaten Batang sebagai Kabupaten Layak Anak.

Dia menambahkan permainan tradisional terselip berbagai makna atau filosofi. Misalnya permainan dakon untuk melatih strategi bagaimana caranya agar lumbung itu bisa terisi penuh.

Pembelajaran Karakter

Egrang mengajarkan teknik dan keseimbangan dan lainnya.

Permainan tradisional itu bukan sekadar hiburan, tetapi juga media pembelajaran karakter.

Melalui permainan, anak-anak belajar tentang kebersamaan, kejujuran, disiplin, sportivitas, kerja sama, serta menghargai sesama.

"Di sisi lain, permainan tradisional menjadi bagian dari warisan budaya yang perlu terus dikenalkan kepada generasi muda.Sehingga gen z dan anak-anak tidak tergerus perkembangan zaman, tapi mewarisi permainan orang tuanya atau kakek neneknya"tuturnya.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait