Anggota DPR RI Fikri Faqih dan BRIN Latih 100 Pelaku UMKM Brebes Kuasai AI

Sabtu, 2 Mei 2026 | 19.09
Pelatihan AI UMKM Brebes
Foto bersama peserta pelatihan pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang digelar di Grand Dian Hotel Bumiayu.

100 pelaku UMKM dari wilayah Brebes selatan ikuti pelatihan IA kolaborasi Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

BREBES, puskapik.com – Upaya penguatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terus dilakukan melalui peningkatan kapasitas di bidang digital.

Salah satunya melalui pelatihan pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang digelar di Grand Dian Hotel Bumiayu, Sabtu, 2 Mei 2026.

Kegiatan ini diikuti sekitar 100 pelaku UMKM dari wilayah Brebes selatan.

Baca Juga: Dongkrak Pariwisata Jateng, Taj Yasin Atraksi Paralayang di Curug Sewu Kendal

Pelatihan tersebut merupakan kolaborasi Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan materi dasar terkait AI, tetapi juga praktik langsung penerapannya dalam pemasaran produk.

Yakni, mulai pembuatan konten promosi, penyusunan deskripsi produk, hingga strategi menjangkau pasar digital.

Salah satu peserta, Mukmin, mengaku pelatihan tersebut memberikan pemahaman baru bagi dirinya.

Menurut dia, AI yang sebelumnya dianggap rumit, ternyata dapat dimanfaatkan secara praktis dalam mendukung usaha.

“Awalnya saya kira sulit, ternyata bisa membantu pemasaran produk,” ujarnya.

Baca Juga: Hardiknas di Jateng, Ahmad Luthfi Angkat Sekolah Tani Jadi Motor Ketahanan Pangan

Abdul Fikri Faqih, mengatakan, pelatihan ini menjadi bagian dari upaya mendorong UMKM agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi di tengah kondisi ekonomi global yang belum stabil.

Menurutnya, penguatan sektor UMKM perlu dilakukan tidak hanya dari sisi produksi, tetapi juga pemasaran.

Digitalisasi, termasuk pemanfaatan AI, dinilai menjadi kunci agar pelaku usaha dapat bertahan dan berkembang.

“UMKM harus mulai beradaptasi dengan teknologi. Ini menjadi salah satu langkah agar bisa meningkatkan daya saing,” katanya.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait