Balap Liar Depan Masjid Agung Bumiayu Bikin Resah, Warga Desak Polisi Bertindak Tegas

Selasa, 7 April 2026 | 23.06
Balap liar
Perwakilan Aliansi Masyarakat Damai Bumiayu (AMDB) bertemu dengan jajaran Polsek Bumiayu untuk menyampaikan keresahan warga soal maraknya aksi balap liar

Selain di Jalan Lingkar Bumiayu, jalur dalam kota, termasuk di depan Masjid Agung Bumiayu juga kerap menjadi arena balap liar.

BREBES, puskapik.com – Balap liar di wilayah Bumiayu, Kabupaten Brebes, kian marak dan meresahkan.

Selain di Jalan Lingkar Bumiayu, jalur dalam kota, termasuk di depan Masjid Agung Bumiayu juga kerap menjadi arena balap liar.

Sejumlah warga menyebut aktivitas tersebut sudah berlangsung berulang kali dan semakin meresahkan.

Baca Juga: Petani di Kendal Tersenyum, Hasil Panen Kebun Melati 3,7 Hektare Menggembirakan

Biasanya balap liar dimulai pukul 00.00 hingga 03.00.

Kondisi itu dikeluhkan warga karena memicu kerawanan lalu lintas serta mengganggu ketenangan akibat suara bising knalpot sepeda motor.

Keresahan warga ini mencuat dalam pertemuan Aliansi Masyarakat Damai Bumiayu (AMDB) bersama jajaran Polsek Bumiayu yang digelar Selasa, 7 April 2026.

Dalam forum tersebut, warga menyampaikan keluhan terkait maraknya balap liar di sejumlah titik wilayah Bumiayu.

Ketua AMDB, Ahmad Mu’amar, mengatakan pihaknya menerima banyak laporan dari masyarakat.

“Banyak masyarakat mengeluhkan balap liar ini karena meresahkan dan membahayakan pengguna jalan lain,” ujarnya.

Baca Juga: Anggota DPRD Pemalang Kundhi Ungkap Tak Ada WFH Saja Banyak ASN Keluyuran, Apalagi Kerja dari Rumah?

Ia berharap aparat kepolisian dapat bertindak lebih tegas agar aktivitas tersebut tidak terus berulang.“Kami berharap ada tindakan tegas kepada pelaku balap liar supaya ada efek jera,” tambahnya.

Senada, tokoh masyarakat Bumiayu, H. Faris Sulchaq, yang juga mantan Wakil Bupati Brebes, menilai penanganan tidak cukup hanya dengan penindakan, tetapi juga pembinaan terhadap remaja.

“Perlu pendekatan yang lebih komprehensif, tidak hanya penindakan tetapi juga pembinaan,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya peran keluarga dan lingkungan dalam mencegah keterlibatan remaja dalam aktivitas negatif.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait