Petani di Kendal Tersenyum, Hasil Panen Kebun Melati 3,7 Hektare Menggembirakan

Selasa, 7 April 2026 | 22.17
Panen Melati di Kendal
Bupati Kendal meninjau kebun melati di Dusun Randusari Gempolsewu. (Edhot/puskapik.com)

Lahan seluas 3,7 hektare di Dusun Randusari, Desa Gempolsewu, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal yang ditanami melati mulai menunjukkan hasil.

KENDAL, puskapik.com – Lahan seluas 3,7 hektare di Dusun Randusari, Desa Gempolsewu, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal yang ditanami melati mulai menunjukkan hasil.

Kebun yang merupakan bantuan bibit dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah ini kini menjadi sumber penghasilan bagi petani setempat.

Pada Selasa, 7 April 2026, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari turun langsung meninjau panen melati guna memastikan program bantuan tersebut tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Baca Juga: Anggota DPRD Pemalang Kundhi Ungkap Tak Ada WFH Saja Banyak ASN Keluyuran, Apalagi Kerja dari Rumah?

Dalam kunjungannya, Bupati menyampaikan bahwa pengembangan tanaman melati di wilayah tersebut menunjukkan hasil yang menggembirakan.

Dari total lahan bantuan, kini seluas 3,7 hektare telah produktif dan dimanfaatkan oleh petani.

“Kami ingin memastikan bantuan bibit dari pemerintah benar-benar bermanfaat. Hasilnya luar biasa, lahan yang digarap sudah mencapai 3,7 hektare,” ujarnya.

Selain memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan, budidaya melati juga terbukti mampu membuka lapangan pekerjaan baru.

Setiap harinya, warga sekitar dilibatkan sebagai pemetik bunga melati.

“Memang harga fluktuatif, tapi petani tetap mendapatkan keuntungan. Ini juga membuka peluang kerja harian bagi masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Pangan Kendal, Indarwanti, menjelaskan bahwa kebun melati di Randusari merupakan satu-satunya yang ada di kawasan Pantura Kendal.

Baca Juga: Ini Skema Pilkades 2026 di Pemalang, Penentuan TPS Disesuaikan Sebaran Pemilih

“Tahun ini ada bantuan 10 ribu bibit melati dari provinsi. Kami juga terus melakukan pembinaan karena komoditas ini cukup menjanjikan,” jelasnya.

Ia menambahkan, tanaman melati memiliki keunggulan karena dapat dipanen setiap hari, sehingga menjadi sumber pendapatan berkelanjutan bagi petani.

Kepala Desa Gempolsewu, Carmadi, mengungkapkan saat ini terdapat sekitar 30 petani yang mengelola kebun tersebut, dengan lebih dari 100 pekerja terlibat sebagai pemetik bunga.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait