Begini Sejarah Telur Asin Brebes Hingga Menjadi Ikon Kebanggaan Daerah

Telur asin Brebes, produk unggulan bersejarah yang kini jadi ikon daerah, simbol budaya dan ekonomi rakyat, dengan rasa gurih mazir khas yang diakui nasional.
Kala itu, telur asin Brebes pertama kali masuk pada tahap komersial. Dari semula hanya tradisi untuk mengawetkan makanan bagi keluarga Tionghoa saat berpergian, dan sebagai pelengkap sesaji saat tiba waktu sembahyang kepada Dewa Bumi.
Namun sejak saat itu peran telur asin berubah menjadi sebuah usaha yang menghasilkan.
Baca Juga: Sembilan Pejabat Eselon II dan Direktur Perumda Tirta Baribis Dilantik Bupati Brebes, Ini Daftarnya
Dari berbagai sumber yang digali puskapik.com, adalah keluarga Tjoa yang kali pertama merintis usaha telur asin Brebes ini.
Bahkan, usahanya ini bertahan hingga sekarang. Toko telur asin milik keluara Tjoa ini berada di Jalan P Diponegoro Brebes, tidak jauh dari Alun-alun Kota Brebes.
Keluarga Tionghoa lain yang dikenal sebagai perintis usaha telur asin ini ada Lina Pandi. Usahanya juga bertahan hingga saat ini, dan berada di Jalan P Diponegoro Brebes.
"Di Brebes pioner dari perajin telur asin adalah memang Keluarga Tjoa. Sekarang bahkan masih bertahan untuk memproduksi telur asin. Saat ini keluarga Tjoa sudah generasi ketiga yang melanjutkan," terang Budayawan Pantura Atmo Tan Sidik, kemarin.
Telur Asin Era Modern
Seiring waktu, telur asin Brebes kini tidak lagi sekadar konsumsi keluarga. Rasanya yang khas dan daya simpannya yang lebih lama membuat telur asin Brebes mulai diperdagangkan secara lokal.
Para pedagang membawanya ke pasar-pasar tradisional, kemudian menyebar ke wilayah sekitar Brebes hingga ke kota-kota besar.
Artikel Terkait

Banjir Sungai Keruh Bumiayu: Forpambes Usulkan Relokasi Pipa PDAM

SDN 1 dan 2 Limbangan Kulon Brebes Masuk Usulan Revitalisasi APBN Untuk Atasi Banjir

Stok Darah PMI Kota Tegal Masih Aman, Donor Digelar di RSUD Kardinah dan Rita Mall 7 Februari 2026
