Belajar Tak Harus di Kelas, Siswa SD Pruwatan 03 Antusias Lihat Fosil di Museum Purbakala Bumiayu

SD Pruwatan 03 Bumiayu Brebes ajak siswa belajar di Museum Purbakala Bumiayu untuk mengenal fosil dan sejarah kehidupan masa purba secara langsung.
BREBES, puskapik.com – Belajar tidak harus selalu di dalam kelas. Siswa SD Pruwatan 03 Bumiayu, Brebes, mengikuti pembelajaran luar kelas dengan mengunjungi Museum Purbakala Bumiayu.
Kegiatan yang diikuti 20 siswa kelas 4A ini bertujuan mengenalkan kehidupan masa purba secara langsung kepada para siswa, sehingga mereka dapat memahami materi pelajaran dengan lebih mudah melalui pengalaman nyata.
Sejak awal kegiatan, para siswa terlihat antusias. Mereka diajak menonton film animasi berjudul “Petualangan Arcil di Bumiayu Purba” yang menggambarkan kehidupan pada masa lampau di kawasan Bumiayu.
Baca Juga: Minat Tinggi, Konsistensi Jadi Tantangan Senam Jantung Sehat di Kendal
Usai menonton film, para siswa kemudian diajak berkeliling museum untuk melihat berbagai koleksi fosil dan artefak purbakala yang tersimpan. Diantaranya fosil gajah, kerbau, buaya, hingga harimau purba, serta berbagai alat batu dari zaman dahulu hingga replika manusia purba yang menjadi daya tarik utama.
Sejumlah siswa tampak aktif bertanya kepada pemandu museum untuk memastikan benda-benda yang mereka lihat.“Ini beneran fosil gajah purba, Pak?” tanya salah satu siswa saat melihat koleksi yang dipamerkan.
Baca Juga: Ledakan Misterius Guncang Bus Suporter Bonek di Tol Tegal, Empat Orang Luka-Luka
Pemandu museum pun memberikan penjelasan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami oleh anak-anak. Selain melihat koleksi, para siswa juga memanfaatkan momen tersebut untuk berfoto bersama di dekat replika manusia purba.
Guru SD Pruwatan 03, Zuhdi Aditya, mengatakan, kunjungan ke museum bertujuan untuk mengenalkan kehidupan purbakala yang ada di Bumiayu.
Selain itu, agar siswa lebih mudah memahami materi pelajaran melalui pengalaman langsung.“Dengan melihat langsung, siswa jadi lebih paham dibanding hanya dari buku,” ujarnya.


