Gubernur Jateng Pimpin Penanganan Tanah Bergerak di Sirampog Brebes, Siapkan Relokasi Berbasis Kajian Geologi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14.43
tanah bergerak di Brebes
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi pimpin rapat penanganan bencana tanah bergerak di Sirampog, Kabupaten Brebes.(foto: Bowo/puskapik.com)

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi memimpin langsung rapat penanganan bencana tanah bergerak di Dukuh Bojongsari, Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes

BREBES, puskapik.com – Gubernur Jateng Ahmad Luthfi memimpin langsung rapat penanganan bencana tanah bergerak di Dukuh Bojongsari, Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Rabu 18 Februari 2026.

Rapat digelar di lokasi pengungsian warga terdampak yang berada di Pondok Pesantren Bahrul Qur'an Al Munawirin.

Dalam arahannya, gubernur menegaskan bahwa pola penanganan darurat harus dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.

Ia meminta seluruh unsur terkait tidak menunggu komando berulang saat kondisi darurat terjadi.“Begitu ada kondisi darurat, semua unsur harus langsung bergerak. Tidak boleh menunggu komando berulang. Keselamatan warga adalah prioritas utama,” tegasnya.

Baca Juga: Rincian Stok Darah PMI Kabupaten Tegal 18 Februari 2026 Tersedia 181 Kantong

Gubernur juga meminta penanganan tidak hanya sebatas evakuasi warga, tetapi juga perlindungan terhadap barang dan aset milik masyarakat.

“Warga tidak hanya dipindahkan orangnya, tetapi juga harus dibantu pemindahan barang-barangnya agar rasa aman tetap terjaga selama relokasi,” ujarnya.

Saat ini tercatat sebanyak 37 kepala keluarga atau 65 jiwa mengungsi di lingkungan pondok pesantren. Pemerintah juga telah mengoperasikan dapur umum untuk memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi.

Gubernur menekankan pentingnya pendataan warga terdampak agar proses bantuan berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Data harus jelas dan rapi. Identitas warga, kepemilikan rumah, serta kebutuhan masing-masing harus terpetakan dengan baik supaya bantuan tepat sasaran,” katanya.

Sebagai langkah mitigasi, pemerintah menyiapkan relokasi sementara di lokasi yang dinilai aman. Koordinasi dilakukan dengan instansi teknis untuk menentukan kelayakan lahan pembangunan hunian sementara di kawasan Perhutani petak 34G.

"Kajian geologi harus menjadi dasar utama sebelum pembangunan dilakukan, guna memastikan relokasi tidak menimbulkan risiko baru di kemudian hari," kata gubernur.

Baca Juga: BNN Dampingi dan Fasilitasi ABH Kasus Narkotika Ikuti UTS di Lapas Tegal

Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma, mengatakan, kehadiran gubernur di lokasi pengungsian memberi semangat bagi warga sekaligus memperkuat koordinasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten.

“Kehadiran Pak Gubernur memberi semangat bagi warga dan memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten dalam mempercepat penanganan,” ujarnya.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait