Jalan Sirampog–Bumijawa Longsor, Jalur Vital Terancam Putus

Selasa, 3 Februari 2026 | 15.22
Kendaraan melewati titik longsor jalan Sirampog–Bumijawa Longsor di Desa Batursari, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes
Kendaraan melewati titik longsor jalan Sirampog–Bumijawa Longsor di Desa Batursari, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes

Hujan deras picu longsor di Jalan Sirampog–Bumijawa Brebes, amblas sepertiga badan jalan, ganggu distribusi pertanian dan mobilitas warga.

BREBES, puskapik.com- Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Brebes sepanjang Senin 2 Februari 2026, memicu longsor parah di Jalan Sirampog–Bumijawa, Desa Batursari, Kecamatan Sirampog.

Longsor menyeret sepertiga badan jalan, sehingga lebar jalan yang tersisa hanya bisa dilewati satu kendaraan secara bergantian. Kondisi ini mengancam jalur vital penghubung Brebes–Tegal sekaligus distribusi hasil pertanian ke Pemalang dan sekitarnya.

Penjabat Kepala Desa Batursari, Mudhofar, mengatakan, longsor kali ini bukan yang pertama terjadi di wilayah tersebut.“Sebelumnya, longsor terjadi pada 23 Januari 2026, namun hujan yang terus berulang memperburuk kondisi jalan hingga amblas kembali,” ujarnya, Selasa (3/2/2026).

Baca Juga: Banjir Berulang di Kota Pemalang, Normalisasi Sungai dan Drainase Jadi Solusi

Jalan Sirampog–Bumijawa memiliki peran strategis sebagai penghubung Brebes–Tegal sekaligus jalur utama distribusi hasil pertanian. Kerusakan jalan ini berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi, karena mobilitas masyarakat dan transportasi barang terganggu.

Mudhofar menambahkan, kerentanan longsor tidak hanya terjadi di satu titik. Dari Batursari hingga Curug Cantel, wilayah perbatasan Brebes–Tegal, terdapat empat titik longsor; tiga di antaranya berada di bahu jalan, sementara satu titik parah menggerus sepertiga badan jalan.“Kondisi aspal yang tersisa retak dan kikisan tanah di bawahnya memicu risiko longsor susulan, terutama saat hujan kembali turun,” jelasnya.

Salah seorang warga, Imam Tauhid, yang sehari-hari menggunakan jalur ini untuk mengangkut hasil panen sayur mayur, berharap penanganan darurat segera dilakukan.“Jalan Sirampog–Bumijawa merupakan jalur distribusi vital. Tanpa penanganan cepat, kerusakan bisa meluas dan jalur ini berisiko putus total,” ujarnya.

Artikel Terkait