Banjir Berulang di Kota Pemalang, Normalisasi Sungai dan Drainase Jadi Solusi

Selasa, 3 Februari 2026 | 14.08
Banjir di wilayah perkotaan Pemalang, Sabtu 31 Januari 2026/PUSKAPIK/ERIKO GARDA DEMOKRASI
Banjir di wilayah perkotaan Pemalang, Sabtu 31 Januari 2026/PUSKAPIK/ERIKO GARDA DEMOKRASI

Banjir parah melanda kawasan perkotaan Pemalang akibat hujan deras; Pemkab siapkan normalisasi sungai, perbaikan drainase, dan edukasi antisipasi sampah.

PEMALANG, puskapik.com – Hujan dengan intensitas tinggi belakangan memicu banjir parah di sejumlah kawasan perkotaan Kabupaten Pemalang. Jalan protokol dan pemukiman urban tergenang hingga setinggi puluhan centimeter.

Merespon kondisi itu, Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, menyampaikan, pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah langkah penanganan banjir perkotaan. Pertama, ia minta masyarakat tak buang sampah sembarangan.

“Tentu adanya edukasi ya, kita berikan edukasi ke masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan,” kata Anom Widiyantoro kepada wartawan, Selasa 3 Februari 2026.

Baca Juga: Cek Penerima Bansos Februari 2026

Selain pendekatan edukatif, Pemerintah Kabupaten Pemalang juga menyiapkan langkah teknis berupa normalisasi sungai yang mengalami pendangkalan, khususnya di kawasan perkotaan yang rawan tergenang.

“Sungai-sungai akan kami normalisasi, melalui program padat karya, akan kami lakukan normalisasi, khususnya untuk sungai di sekitar perkotaan,” ujar Anom Widiyantoro.

Bupati Anom Widiyantoro menjelaskan, sejatinya upaya penanganan banjir sebenarnya telah dilakukan pemerintah sejak jauh hari, salah satunya melalui pembenahan sistem drainase yang ada di kawasan perkotaan.

Melihat kondisi banjir yang parah, pemerintah daerah pun akan kembali melanjutkan perbaikan saluran air di sejumlah titik.

Baca Juga: Korban Banjir Sungai Keruh Bumiayu Minta Pemkab Brebes Tambah Alat Berat

“Melihat kondisi yang ada, maka kami akan melanjutkan kembali pengerjaan drainase. Kemudian khusus di ruas Jalan Dr. Cipto Mangunkusumo, atau di depan kantor DPUTR, akan dibangun cross draine,” papar Anom Widiyantoro.

Anom Widiyantoro juga mengakui bahwa faktor cuaca turut berperan besar terhadap terjadinya banjir parah di wilayah perkotaan Pemalang, mengingat curah hujan yang tinggi dan berlangsung terus-menerus.

“Tidak bisa kita pungkiri ya, faktor cuaca itu jadi salah satu penyebabnya. Kondisi hujan terus menurus dan intensitasnya yang tinggi, turut mendukung terjadinya banjir,” ucapnya.

Seperti diketahui, banjir menggenangi wilayah perkotaan di Kabupaten Pemalang pada Sabtu malam 31 Januari 2026 lalu. Genangan banjir menyebabkan arus lalu lintas tersendat, ratusan motor mogok, dan pemukiman perkotaan terendam.

Bencana serupa kembali terulang pada Senin malam 2 Februari 2026. Masyarakat di pemukiman terdampak yang baru saja selesai membersihkan rumah, harus menghela nafas, setelah kembali dihadapkan dengan dinginnya air banjir. **

Artikel Terkait