Jelang May Day, Polres Brebes Latihan Pengamanan Unjuk Rasa di KPT

Kamis, 23 April 2026 | 14.29
latihan pengamanan unjuk rasa
Personel Polres Brebes saat mengantisipasi aksi unjuk rasa yang mengarah anarkis dalam latihan terpadu di KPT Brebes.

Polres Brebes latihan terpadu pengamanan aksi unjuk rasa dalam menghadapi dinamika kamtibmas menjelang May Day 2026 di Kantor KPT

BREBES, puskapik.com - Aksi unjuk rasa yang berakhir ricuh, terjadi di Kantor Pemerintahan Terpadu (KPT) Brebes, Kamis (23/4/2026).

Puluhan peserta demo terlibat bentrok dengan polisi dalam aksi unjuk rasa tersebut.

Bahkan, polisi terpaksa melepaskan gas air mata untuk membubarkan aksi yang semakin anarkis.

Baca Juga: May Day 2026, Disnakerin Pemkot Tegal Bersama Buruh Gelar Kegiatan, Ini Agendanya

Selain personel Dalmas, Polres Brebes juga menerjunkan personel bersepeda motor.

Namun faktanya, aksi ini ternyata hanya sebuah simulasi dalam rangka latihan terpadu mengantisipasi unjuk rasa dalam rangka pengamanan peringatan May Day.

Latihan tersebut melibatkan unsur gabungan dari Personel Polres Brebes dan Polsek jajaran, Kodim 0713 Brebes, Satpol PP, Dishub Kominfo, Damkar, Dinas Lingkungan Hidup, Pemerintah Daerah Kabupaten Brebes, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Brebes, serta Bhayangkari.

Seluruh unsur disinergikan dalam satu persepsi dan pola tindak, khususnya dalam menghadapi aksi unjuk rasa yang berpotensi berkembang menjadi anarkis.

Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardhiansyah menegaskan, latihan terpadu ini bertujuan untuk memberikan kepastian kepada masyarakat terkait jaminan rasa aman, terutama dalam menghadapi dinamika kamtibmas menjelang May Day.

“Latihan ini juga memastikan seluruh personel memahami serta mampu memperagakan cara bertindak di lapangan sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga tercipta kesamaan persepsi dan setiap anggota memahami tugas serta fungsinya dalam pelaksanaan pengamanan,” ungkapnya.

Baca Juga: Obyek Wisata Pulau Cemara Brebes Masuk 7 Besar JETA

Lebih lanjut Kapolres menekankan, dalam setiap penanganan aksi unjuk rasa, seluruh personel harus mengedepankan pendekatan humanis, profesional, dan proporsional, sehingga keamanan tetap terjaga tanpa mengesampingkan hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi.

“Terima kasih atas dedikasi seluruh personel. Tetap waspadai isu-isu terkini yang berkembang di masyarakat, dan laksanakan setiap tugas dengan sebaik-baiknya serta seprofesional mungkin. Kita hadir untuk menjaga hati masyarakat dan mengawal setiap aspirasi yang disampaikan,” pungkasnya.

Sebagai bagian dari skenario latihan, turut dilaksanakan patroli gabungan dalam rangka pembersihan dan pembenahan fasilitas umum pasca aksi anarkis.

Kegiatan ini melibatkan unsur TNI, Polri, serta instansi terkait, di antaranya Patwal Satlantas, Damkar, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), PMI, Dinas Kesehatan (Dinkes), dan Dinas Perhubungan (Dishub).

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait