Kekeringan Brebes Selatan Meluas, Tonjong Mulai Minta Bantuan Air Bersih

Kamis, 24 September 2026 | 18.00 WIB
BPBD Kabupaten Brebes droping air ke Desa Karangjongkeng, Kecamatan Tonjong.
BPBD Kabupaten Brebes droping air ke Desa Karangjongkeng, Kecamatan Tonjong.

Kekeringan meluas di Brebes Selatan hingga Tonjong. BPBD menyalurkan 25.000 liter air bersih ke Desa Karangjongkeng dan Purwodadi untuk warga terdampak.

BREBES, puskapik.com – Wilayah terdampak kekeringan di Kabupaten Brebes bagian selatan semakin meluas.

Setelah Bantarkawung, Bumiayu dan Paguyangan, kini sejumlah desa di Kecamatan Tonjong mulai meminta bantuan air bersih kepada BPBD Kabupaten Brebes.

Koordinator BPBD Posko Bumiayu, Budi Sujatmiko, mengatakan, salah satu wilayah yang mulai terdampak kekeringan berada di Desa Karangjongkeng, Kecamatan Tonjong.

Baca Juga: Pogram KB Berhasil, Siswa Sekolah Dasar Kabupaten Tegal Menyusut

"Kami sudah mulai dropping ke wilayah Tonjong. Salah satunya ke Tegallaos, Desa Karangjongkeng," kata Budi.

Selain Karangjongkeng, BPBD juga melakukan dropping air bersih di Desa Purwodadi. Di Karangjongkeng, bantuan yang telah disalurkan mencapai 20.000 liter. Sedangkan di Purwodadi sebanyak 5.000 liter.

Permintaan bantuan air bersih juga datang dari Desa Kutamendala. Namun, BPBD masih menunggu surat permohonan resmi dari pemerintah desa sebelum menyalurkan bantuan.

Baca Juga: Laju Pertumbuhan Penduduk Terus Turun Sejak 2023, Apa Sebabnya?

Menurut Budi, wilayah yang membutuhkan bantuan air bersih cenderung bertambah seiring berlangsungnya musim kemarau.

Kondisi serupa terjadi di Kecamatan Bantarkawung. Semula, permintaan dropping air lebih banyak datang dari desa-desa wilayah perkotaan seperti Bantarkawung, Jipang dan Bangbayang.

Kini, permintaan juga datang dari desa-desa di wilayah pegunungan. Di antaranya Desa Karangpari, Waru dan Banjarsari."Karangpari, Waru dan Banjarsari sekarang sudah minta dropping air," ujarnya.

Baca Juga: Cegah Keracunan MBG, Dapur SPPG Kendal Diawasi hingga Dini Hari

Budi mengatakan, berdasarkan laporan warga, sumber-sumber air yang biasa digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sudah menyusut drastis. Kondisi tersebut membuat warga mulai kesulitan mendapatkan air bersih.

BPBD meminta warga yang terdampak kekeringan dan membutuhkan bantuan air bersih menyampaikan permohonan melalui pemerintah desa.

"Permohonan resmi ini menjadi dasar bagi BPBD untuk menindaklanjuti kebutuhan dropping air," kata Budi.

Selain BPBD, sejumlah lembaga dan organisasi juga ikut membantu menyalurkan air bersih kepada warga terdampak kemarau.

"Kami berterima kasih kepada lembaga maupun organisasi yang ikut membantu dropping air bersih. Bantuan ini sangat membantu warga yang terdampak kemarau," katanya.***

Artikel Terkait