Perhutani dan Pemkab Brebes Perkuat Sinergi Jaga Kelestarian Hutan Lereng Gunung Slamet

Jumat, 19 Juni 2026 | 15.25
Administratur Perhutani KPH Pekalongan Barat, Maria Endah Ambarwati, paparkan kondisi hutan lereng Gunung Slamet wilayah Kabupaten Brebes.
Administratur Perhutani KPH Pekalongan Barat, Maria Endah Ambarwati, paparkan kondisi hutan lereng Gunung Slamet wilayah Kabupaten Brebes.

Perhutani KPH Pekalongan Barat dan Pemkab Brebes memperkuat sinergi menjaga kelestarian hutan lereng Gunung Slamet melalui tata kelola pertanian berkelanjutan.

BREBES, puskapik.com – Perum Perhutani KPH Pekalongan Barat memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Brebes dan berbagai pemangku kepentingan untuk menjaga kelestarian hutan di kawasan lereng Gunung Slamet, khususnya wilayah Brebes selatan.

Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Tata Kelola Pertanian Berbasis Kelestarian Lingkungan dan Penanggulangan Bencana Alam di Lereng Gunung Slamet yang digelar di Pendapa Bumiayu, Kamis (18/6/2026).

FGD tersebut dihadiri Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma, Administratur/Kepala Perhutani KPH Pekalongan Barat Maria Endah Ambarwati, perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), pemerhati lingkungan, kelompok tani, aparat penegak hukum, tokoh masyarakat, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Baca Juga: Kajekzi, Inovasi Sederhana dari Kendal yang Bawa Harapan Baru Penanganan Stunting

Dalam forum itu, peserta membahas langkah-langkah konkret untuk mewujudkan tata kelola pertanian yang tetap produktif namun selaras dengan upaya pelestarian lingkungan dan fungsi kawasan hutan.

Administratur Perhutani KPH Pekalongan Barat, Maria Endah Ambarwati, mengatakan kelestarian hutan di lereng Gunung Slamet merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor.

Menurutnya, kawasan hutan memiliki peran penting sebagai daerah resapan air, pengendali erosi, sekaligus penyangga kehidupan masyarakat yang berada di wilayah hilir.

Baca Juga: Kaltim Belajar ke Jateng Soal Tata Kelola Tambang

"Perhutani terus mendorong rehabilitasi hutan, sosialisasi terkait larangan penggarapan lahan yang tidak sesuai ketentuan, serta pengembangan pola pemanfaatan lahan yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan," ujarnya.

Dalam diskusi tersebut, sejumlah pihak sepakat bahwa aktivitas pertanian di kawasan lereng Gunung Slamet perlu memperhatikan aspek konservasi tanah dan air untuk mengurangi risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan degradasi lahan.

Selain itu, penguatan edukasi kepada masyarakat, pengembangan komoditas pertanian ramah lingkungan, serta rehabilitasi kawasan hutan menjadi sejumlah rekomendasi yang mengemuka dalam forum tersebut.

Sementara itu, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma meminta Perhutani KPH Pekalongan Barat terus meningkatkan sinergi dengan pemerintah daerah, Forkopimda, relawan lingkungan, dan masyarakat.

Menurutnya, kerja sama lintas sektor diperlukan untuk memulihkan fungsi ekologis kawasan hutan lindung yang memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan lingkungan serta ketersediaan sumber daya air.

Melalui forum diskusi tersebut, Perhutani berharap tercipta kesamaan persepsi dan langkah bersama dalam mewujudkan tata kelola pertanian yang produktif sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. **

Artikel Terkait