Siap Jalan Kaki Bumiayu-Semarang, Dua Warga Brebes Selatan Ini Akan Temui Gubernur Perjuangkan Pemekaran

Dua warga Brebes Selatan, Khamid dan Wawan, bersiap long march dari Bumiayu ke Semarang demi memperjuangkan pemekaran Kabupaten Brebes ke Gubernur Jateng
BREBES, puskapik.com – Aliansi Perjuangan Pemekaran Kabupaten Brebes memastikan aksi long march (jalan kaki) dari Bumiayu menuju Semarang akan dilakukan untuk meminta Gubernur dan DPRD Jawa Tengah segera memparipurnakan usulan pemekaran Kabupaten Brebes.
Aksi jalan kaki tersebut akan dilakukan oleh dua orang perwakilan aliansi, yakni Khamid dan Wawan. Keduanya merupakan warga Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes.
“Iya jadi. Saat ini kami tengah mempersiapkan untuk kebutuhan long march nanti,” kata Khamid saat dihubungi, Rabu 15 April 2026.
Khamid menjelaskan, long march Bumiayu–Semarang akan menempuh rute Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Temanggung, Bawen, hingga Semarang dan berakhir di Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Rute tersebut dipilih karena dinilai lebih sejuk dibanding jalur Pantura.
“Untuk long march Bumiayu–Semarang diperkirakana memakan waktu 10 hari,” ujarnya.
Menurut Khamid, keputusan melakukan long march dilandasi keinginan kuat agar pemekaran Kabupaten Brebes Selatan segera terwujud.
Baca Juga: Asrama Baru Diresmikan, Atlet Paralympic Jateng Ditantang Cetak Prestasi Dunia
Ia menegaskan, tujuan utama aksi tersebut adalah bertemu langsung dengan Gubernur Jawa Tengah untuk menyampaikan aspirasi agar usulan pemekaran dapat segera dibahas di DPRD Jawa Tengah.
“Kami akan menemui Gubernur Jateng, meminta agar usulan pemekaran Kabupaten Brebes segera dibawa ke DPRD Jateng untuk diparipurnakan. Dengan demikian, bisa ditindaklanjuti ke pemerintah pusat,” katanya.
Khamid juga menegaskan dirinya tidak akan kembali ke Bumiayu sebelum bertemu dengan Gubernur Jawa Tengah.“Sampe ketemu gubernur, baru pulang,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Wawan. Ia menyatakan kesiapannya mengikuti long march sebagai bentuk keseriusan memperjuangkan pemekaran Brebes Selatan. Menurutnya, langkah tersebut menjadi salah satu cara untuk menunjukkan bahwa aspirasi masyarakat perlu segera mendapat perhatian pemerintah.
Ketua Aliansi Perjuangan Pemekaran Kabupaten Brebes, Agus Sutiono, menyebut penunjukan dua orang perwakilan dalam aksi long march tersebut sebagai bagian dari simbol perjuangan.“Itu simbol…,” kata Agus singkat.
Aksi long march ini rencananya akan dilepas dari Pendopo 2 Bumiayu pada Minggu (19/4/2026), bertepatan dengan kegiatan halal bihalal pemekaran dan konsolidasi akbar masyarakat Brebes Selatan. **



