Trauma Pascabanjir Bandang, Warga Kalierang Bumiayu Desak Pemdes Tindaklanjuti Penanganan Sungai Erang

Minggu, 11 Januari 2026 | 18.36
Warga Desa Kalierang, Kecamatan Bumiayu audiensi  dengan pemerintah desa terkait penanganan pascabanjir bandang.
Warga Desa Kalierang, Kecamatan Bumiayu audiensi dengan pemerintah desa terkait penanganan pascabanjir bandang.

Warga Kalierang Bumiayu mendesak penanganan permanen Sungai Erang pascabanjir bandang demi rasa aman dan hilangkan trauma warga.

BREBES, puskapik.com – Pascabanjir bandang November 2025, warga Desa Kalierang, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes masih dihantui kekhawatiran setiap hujan deras.

Untuk itu, mereka menuntut pemerintah desa menunjukkan keseriusan penanganan pascabanjir melalui langkah nyata, termasuk penandatanganan surat pernyataan sikap.

Desakan itu disampaikan dalam audiensi yang digelar di aula Kantor Desa Kalierang, Minggu 11 Januari 2026. Pertemuan dihadiri perwakilan warga, Kepala Desa Kalierang Irma Hamdani, aparat Polsek dan Koramil, serta Forkopimcam Bumiayu.

Baca Juga: Mundur dari Komite Pemekaran Brebes, Agus Sutiono Ungkap Perbedaan Prinsip dan Risiko Logo Pemda

Teguh Supriyanto, salah seorang warga, menyebutkan banjir tidak hanya menimbulkan kerugian materi, tetapi juga meninggalkan trauma psikologis. Ia menilai penanganan banjir selama ini masih bersifat darurat dan belum menjamin keselamatan mereka secara jangka panjang.“Setiap hujan deras, warga masih dicekam rasa khawatir. Kami ingin hidup aman tanpa rasa takut,” ujarnya.

Dalam audiensi itu, warga menekankan perlunya penanganan permanen talud Sungai Erang, evaluasi jembatan antar-RW yang dinilai menghambat aliran air, serta penguatan talud penahan tebing jalan di sepanjang sungai.

Teguh menegaskan, keterbatasan Dana Desa tidak boleh menjadi alasan, dan pemerintah desa perlu mengupayakan sumber pendanaan lain melalui koordinasi dengan Pemkab Brebes, DPRD, BPBD, dan instansi terkait.

Menanggapi tuntutan warga, Kepala Desa Kalierang Irma Hamdani menyatakan kesiapannya berkomitmen dan meminta dukungan masyarakat agar langkah penanganan pascabanjir bisa terealisasi.

Keseriusan itu diwujudkan dengan penandatanganan surat pernyataan sikap, sebagai bentuk tindak lanjut atas aspirasi warga.

“Dukungan dan peran serta masyarakat sangat penting. Kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan langkah penanganan ini terlaksana,” kata Irma. **

Artikel Terkait