Cara BI Tegal Edukasi Literasi Keuangan Sejak Usia Dini, Luncurkan Buku Cerita Anak “Kok Jadi Mahal?”

Sabtu, 23 Mei 2026 | 22.19
BI Tegal
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal meluncurkan buku cerita anak kebanksentralan dan lomba mewarnai celengan koin di Pendopo Amangkurat Pemkab Tegal, Sabtu, 23 Mei 2026.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Tegal bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Perpusip) Kabupaten Tegal dan Bunda Literasi Kabupaten Tegal meluncurkan buku cerita anak.

SLAWI, puskapik.com - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Tegal bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Perpusip) Kabupaten Tegal dan Bunda Literasi Kabupaten Tegal meluncurkan buku cerita anak.

Buku bertemakan Kebanksentralan itu sebagai upaya memperkuat literasi keuangan sejak usia dini.

Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Amangkurat Kabupaten Tegal pada Sabtu, 23 Mei 2026.

Baca Juga: Sosialisasi PIP, Anggota DPR RI Agung Widyantoro : Jangan Ada Anak Putus Sekolah di Brebes

Peserta dari siswa sekolah dasar (SD) dengan rangkaian acara edukatif yang dikemas secara interaktif dan menyenangkan.

Buku cerita yang diluncurkan berjudul “Kok Jadi Mahal?” yang mengangkat tema Inflasi.

Melalui pendekatan berbasis cerita, konsep ekonomi yang umumnya kompleks disederhanakan agar lebih mudah dipahami sesuai dengan usia anak.

Menurut Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tegal Bimala, penguatan literasi keuangan merupakan bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi perkembangan ekonomi dan transformasi zaman yang terus berkembang.

"Literasi keuangan perlu ditanamkan sejak dini agar anak-anak memiliki pemahaman dasar tentang pentingnya mengelola uang secara bijak, memahami perilaku konsumsi, serta mengenal konsep ekonomi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari,"kata Bimala.

Disampaikan oleh Bimala, edukasi dengan pendekatan yang menyenangkan seperti buku cerita diharapkan mampu meningkatkan minat belajar sekaligus memperluas pemahaman mereka terhadap dunia keuangan.

Peluncuran buku ini juga diisi dengan kegiatan mendongeng interaktif yang melibatkan anak-anak secara aktif dalam memahami materi, serta penyerahan buku secara simbolis kepada perwakilan peserta.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana edukasi finansial, tetapi juga mendorong budaya membaca di kalangan anak-anak.

Baca Juga: Pemkot Tegal Siapkan 222 SPKLU, Percepat Ekosistem Kendaraan Listrik

Kolaborasi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan pegiat literasi menjadi langkah strategis dalam memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Melalui sinergi ini, lanjut Bimala, literasi keuangan dapat semakin inklusif dan menjangkau berbagai lapisan masyarakat.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait