Reaktivasi Stasiun Kaliwungu Bisa Dongkrak Ekonomi Lokal Kendal

Minggu, 3 Mei 2026 | 23.27
Stasiun Kaliwungu
Stasiun Kaliwungu

Keberadaan stasiun Kaliwungu tersebut seharusnya dapat dimanfaatkan sebagai salah satu pengungkit pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kendal.

KENDAL, puskapik.com — Ketua DPRD Kendal, Mahfud Sodiq, menyoroti kondisi Stasiun Kereta Api Kaliwungu yang telah puluhan tahun tidak beroperasi.

Ia menilai, keberadaan stasiun tersebut seharusnya dapat dimanfaatkan sebagai salah satu pengungkit pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kendal.

Menurut Mahfud, meskipun pertumbuhan ekonomi Kendal tercatat cukup tinggi yakni mencapai 7,99 persen, namun dampaknya belum dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.

Baca Juga: May Day 2026, Bupati Tegal Serahkan Santunan BPJS Ketenagakerjaan kepada Keluarga Pekerja

“Pertumbuhan ekonomi yang ada di Kendal 7,99 persen, tapi faktanya dampaknya belum menyeluruh dirasakan semua masyarakat. Ini menjadi perhatian kita bersama,” ujarnya.

Ia berpandangan bahwa sektor transportasi, khususnya perkeretaapian yang dikelola PT Kereta Api Indonesia (Persero), memiliki potensi besar untuk menjadi solusi dalam mendorong pemerataan ekonomi.

“Sektor transportasi di Kendal, terutama dari KAI, bisa menjadi salah satu terobosan jika Stasiun Kaliwungu dapat dibuka kembali,” katanya.

Peningkatan Ekonomi

Mahfud meyakini, reaktivasi stasiun akan berdampak langsung pada peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.

Perputaran uang dinilai akan meningkat, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah Kaliwungu.

“Ini akan menumbuhkan perputaran uang di masyarakat dan memajukan sektor UMKM yang ada di Kaliwungu,” jelasnya.

Selain itu, ia menilai keberadaan stasiun juga akan memberikan efek berantai atau multiplier effect bagi perekonomian lokal.

Tak hanya untuk mobilitas penumpang, stasiun juga berpotensi membantu distribusi barang sehingga dapat mengurangi penumpukan pengiriman yang selama ini terpusat di Semarang.

Baca Juga: Waspada, Gunung Slamet Hujan Lebat, Arus Sungai di Moga dan Pulosari Pemalang Deras Berlumpur

Meski demikian, Mahfud menegaskan bahwa rencana reaktivasi perlu melalui kajian komprehensif dengan melibatkan berbagai pihak terkait.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait