Mengenal Jalan Nordik, Olahraga Seimbang yang Cocok untuk Semua Usia

Minggu, 23 November 2025 | 22.37

TEGAL, puskapik.com - Jalan kaki mungkin sudah umum, tetapi jalan nordik kini menjadi alternatif olahraga yang semakin diminati, terutama di kalangan lansia dan pekerja kantoran. Olahraga asal Eropa i...

TEGAL, puskapik.com - Jalan kaki mungkin sudah umum, tetapi jalan nordik kini menjadi alternatif olahraga yang semakin diminati, terutama di kalangan lansia dan pekerja kantoran. Olahraga asal Eropa ini menggunakan dua tongkat khusus yang membuat gerakan tubuh lebih seimbang dan efektif. Wakil Ketua Komunitas Jalan Nordik Indonesia atau KJNI Jawa Tengah, Zainal Ahmad, menjelaskan bahwa jalan nordik memberikan manfaat jauh lebih besar dibanding jalan kaki biasa. Jika jalan kaki hanya menggerakkan sekitar 50 persen otot, jalan nordik mampu mengaktifkan hingga 90 persen. Kuncinya ada pada penggunaan dua tongkat yang membuat kedua tangan bekerja seimbang. “Olahraga lain biasanya dominan tangan kanan. Jalan nordik berbeda, tangan kanan dan kiri bekerja dengan gerakan yang sama sehingga kekuatan tubuh lebih merata,” ujar Zainal. Salah satu keunggulan terbesar jalan nordik adalah kemampuannya mengoreksi postur tubuh. “Tidak ada olahraga lain yang bisa memperbaiki postur seefektif nordik. Dengan bantuan tongkat, tubuh dipaksa berjalan tegap dan seimbang,” kata Zainal. Olahraga ini sangat dianjurkan bagi orang yang sering membungkuk, bekerja di depan komputer, atau mengalami rasa pegal di punggung dan bahu. Berbeda dengan jalan kaki biasa yang membebani lutut, jalan nordik justru mengurangi tekanannya. Sebagian beban tubuh teralihkan ke tongkat sehingga lutut lebih aman. Karena itu, olahraga ini cocok bagi mereka yang memiliki masalah lutut, pinggang atau overweight. Zainal bahkan menyebutkan banyak peserta lansia yang merasa lebih nyaman berjalan dengan tongkat nordik. Gerakan tangan dan kaki yang ritmis membuat jalan nordik bekerja seperti latihan kardio sekaligus latihan kekuatan. “Dengan jalan nordik, massa otot dan tulang bertambah, masa lemak turun dan keseimbangan tubuh meningkat,” jelas Zainal. Banyak pekerja kantoran mengeluhkan nyeri pinggang karena terlalu lama duduk. Menurut Zainal, keluhan itu bisa berkurang bahkan hilang jika rutin melakukan jalan nordik. Zainal juga membagikan pengalaman pribadinya, saat nyeri rematik akibat terlalu lama terkena AC mobil hilang hanya dalam 30 menit setelah berjalan nordik sambil menghentakkan tongkat. “Padahal tahunan tidak sembuh. Ternyata jalan nordik membantu sirkulasi dan mengaktifkan otot-otot kecil yang jarang digunakan,” tutur Zainal. Selain manfaat fisik, jalan nordik juga berdampak pada kesehatan mental. Gerakan berirama, postur tegap dan aktivitas di ruang terbuka membuat olahraga ini memberi efek bahagia. “Kelebihan lain adalah perasaan ceria dan bahagia yang muncul setelah melakukannya,” ujar Zainal. Meski saat ini didominasi peserta usia 60 tahun ke atas, jalan nordik sebetulnya sangat cocok untuk usia produktif. “Sayangnya yang muda sering bilang, nanti saja kalau sudah pensiun. Padahal justru yang masih aktif bekerja di depan komputer sangat butuh olahraga ini,” tegas Zainal. Jalan nordik tidak memerlukan lapangan khusus. Hanya butuh dua tongkat dengan tinggi yang sama, postur tegap dan langkah ritmis. Pemula cukup belajar teknik dasar, mengayunkan tangan berlawanan dengan kaki seperti berjalan biasa, sambil menancapkan tongkat untuk membantu dorongan tubuh. Dengan manfaat yang begitu banyak, mulai dari kesehatan otot dan tulang, postur tubuh, sendi hingga kebugaran mental, jalan nordik menjadi olahraga yang layak dicoba oleh semua usia. Zainal menambahkan bahwa dirinya terus menyosialisasikan jalan nordik ke sejumlah daerah seperti Ungaran, Demak, Batang dan Kota Tegal. Zainal berharap olahraga ini semakin dikenal masyarakat dan kelak berdiri organisasi resmi KJNI di Kota Tegal. **

Artikel Terkait