Tips Cara Tradisional Atasi Diare, dr. Wahidin Sarankan Konsumsi Pucuk Daun Jambu Biji
Senin, 6 Oktober 2025 | 01.37

TEGAL, puskapik.com - Kepala Klinik Langon Medika Kota Tegal, dr. Wahidin, membagikan tips cara tradisional yang bisa membantu mengatasi diare. Salah satunya dengan memanfaatkan pucuk daun jambu biji ...
TEGAL, puskapik.com - Kepala Klinik Langon Medika Kota Tegal, dr. Wahidin, membagikan tips cara tradisional yang bisa membantu mengatasi diare. Salah satunya dengan memanfaatkan pucuk daun jambu biji yang dipercaya dapat meredakan gejala diare.
dr. Wahidin menjelaskan, diare merupakan kondisi buang air besar lebih sering dan encer. Hampir 95 persen diare terjadi karena rotavirus alias virus.
Diare juga terjadi akibat mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi sampai pola makan yang tidak higienis.
"Selain menjaga kebersihan makanan dan minuman, pertolongan pertama bisa dilakukan dengan cara tradisional seperti mengonsumsi pucuk daun jambu biji," ujar dr. Wahidin pada Minggu 5 Oktober 2025.
Dijelaskan dr. Wahidin, pucuk daun jambu biji bisa mengurangi peradangan usus karena mengandung senyawa tanin yang memiliki efek astringen.
"Itu kan serat. Efeknya menyerap air, seperti norit alias areng," ujar dr. Wahidin sambil menjelaskan bahwa pucuk daun jambu biji dapat membantu mengurangi frekuensi buang air besar.
Cara mengonsumsinya pun cukup mudah. Ambil sekitar lima sampai tujuh lembar pucuk daun jambu biji yang masih muda, cuci bersih, lalu bisa dikunyah langsung atau direbus untuk diminum airnya.
Selain cara tradisional tersebut, dr. Wahidin menekankan pentingnya menjaga cairan tubuh dan menghindari kebiasaan yang dapat memperburuk diare.
dr. Wahidin memberikan beberapa tips untuk membantu proses pemulihan seperti rehidrasi atau minum yang banyak saat diare, karena tubuh kehilangan cairan dan elektrolit.
"Minumlah air putih lebih banyak untuk mencegah dehidrasi. Bila perlu bisa ditambah oralit," ujar dr. Wahidin.
Selain itu, hindari minum susu sementara waktu. Sebab, beberapa penderita diare bisa mengalami intoleransi laktosa sehingga susu dapat memperparah gejala.
"Sebaiknya hentikan dulu konsumsi susu sampai diare reda," kata dr. Wahidin.
Untuk membantu menghentikan frekuensi buang air besar, penderita diare dapat mengonsumsi obat diare.
Termasuk mengonsumsi teh manis hangat juga dapat membantu mengembalikan energi dan memberikan rasa nyaman pada perut.
Selain mengatasi diare, dr. Wahidin juga mengingatkan pentingnya langkah pencegahan.
Diare dapat dicegah dengan mencuci tangan sebelum makan dan setelah menggunakan toilet, memastikan makanan dimasak hingga matang dan menjaga kebersihan lingkungan agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya bakteri.
dr. Wahidin mengimbau masyarakat untuk segera mencari pertolongan medis jika diare tidak membaik dalam dua hingga tiga hari, atau jika muncul tanda dehidrasi seperti mulut kering, badan lemas dan jarang buang air kecil.
"Cara tradisional bisa menjadi pertolongan pertama untuk diare ringan, tetapi jangan ragu untuk ke fasilitas kesehatan jika gejala semakin parah," ujar dr. Wahidin. **



