Anggota PMR Kendal Diuji Baca Situasi Darurat

Sebanyak 468 anggota PMR dari 52 unit se-Kendal mengikuti Invitasi PMR PMI Kendal 2026 untuk menguji keterampilan menghadapi situasi darurat.
KENDAL, puskapik.com— Menghadapi kondisi darurat membutuhkan lebih dari sekadar hafalan. Kemampuan membaca situasi, memahami kondisi korban, dan menentukan tindakan yang tepat menjadi keterampilan penting yang diuji dalam Invitasi PMR PMI Kendal 2026 di SMK Muhammadiyah 3 Weleri.
Sebanyak 468 anggota Palang Merah Remaja (PMR) dari 52 unit se-Kabupaten Kendal ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Peserta berasal dari 26 unit PMR Madya tingkat SMP dan 26 unit PMR Wira tingkat SMA/SMK.
Lima materi menjadi arena pengujian peserta, yakni Pertolongan Pertama (PP), Perawatan Keluarga (PK), Pendidikan Remaja Sebaya (PRS), Kesiapsiagaan Bencana dan jurnalistik.
Baca Juga: Pembongkaran Gedung Hogwan Rampung, Jalan Lapangan Asri Bumiayu Kembali Bisa Dilewati
Namun, tantangan dalam perlombaan tidak berhenti pada kemampuan mengingat teori. Peserta dituntut mampu menerapkan pengetahuan sesuai kondisi yang dihadapi.
Panitia Invitasi PMR PMI Kendal, Fahrur Khusaini, mengatakan keterampilan yang diberikan kepada anggota PMR sengaja diarahkan agar memiliki manfaat langsung dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami ingin keterampilan yang dilombakan benar-benar menjadi bekal peserta. Ketika ada kejadian di sekolah, keluarga atau lingkungan sekitar, mereka memiliki pengetahuan dan keberanian untuk mengambil tindakan yang tepat,” kata Fahrur.
Menurut dia, kondisi di lapangan tidak selalu sama dengan contoh yang dipelajari saat latihan. Karena itu, anggota PMR harus memiliki kemampuan berpikir cepat sebelum menentukan tindakan.
Baca Juga: Keramahan Warga Jawa Tengah Pukau Kafilah MTQ Nasional 2026 dari Berbagai Daerah
“Jangan hanya terpaku pada hafalan. Kasus di lapangan bisa berbeda-beda. Karena itu, peserta harus mampu membaca situasi, memahami kondisi korban dan menentukan penanganan yang sesuai,” ujarnya.
Kemampuan tersebut menjadi penting karena anggota PMR merupakan bagian dari lingkungan sekolah yang diharapkan mampu menjadi pribadi yang tanggap ketika terjadi persoalan. Pengetahuan pertolongan pertama, misalnya, dapat menjadi bekal ketika menghadapi teman yang mengalami cedera atau kondisi darurat lainnya.
Hal serupa berlaku dalam kesiapsiagaan bencana. Peserta tidak hanya dikenalkan pada pengetahuan mengenai bencana, tetapi juga dituntut memiliki kesiapan menghadapi situasi yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Ketua Bidang SDM, Diklat dan Relawan PMI Kabupaten Kendal, Nurhadi, mengatakan kegiatan tersebut memang diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia PMR.
“Target utamanya bukan hanya piala. Kalian harus terampil, kompeten dan mampu mengimplementasikan ilmu yang dipelajari,” tegasnya.
Baca Juga: Pawai Ta'aruf MTQ Nasional di Jateng Tampilkan Keragaman Budaya Indonesia