Ayo Buruan Daftar, Pemprov Jateng Pastikan Sekolah Rakyat Permanen di Sukoharjo Siap Sambut Peserta Didik TA 2026/2027

Kamis, 2 Juli 2026 | 15.11
puskapik

Sekolah Rakyat permanen di Sukoharjo siap beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027. Pemprov Jateng menargetkan kegiatan belajar dimulai pada 14 Juli 2026.

SUKOHARJO, puskapik.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) terus mematangkan persiapan operasional Sekolah Rakyat Permanen di Jawa Tengah. Menjelang dimulainya tahun ajaran baru, Sekolah Rakyat permanen di Sukoharjo siap menyambut peserta didik baru Tahun Ajaran 2026/2027.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah Sumarno, mewakili Gubernur Ahmad Luthfi dan Wagub Taj Yasin, di sela kunjungan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia Muhaimin Iskandar, Kamis, 2 Juli 2026.

Kunjungan dilaksanakan dalam rangka meninjau kesiapan operasional sekolah rakyat permanen yang berada di Kabupaten Sukoharjo.

Baca Juga: Ahmad Luthfi Luncurkan Logis, Warga Jateng Kini Bisa Konsultasi Psikolog Gratis

Sumarno mengatakan, dari sejumlah sekolah rakyat permanen di Jawa Tengah, saat ini yang paling siap adalah di Sukoharjo. Sedangkan di beberapa tempat yang lain, sedang berproses.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa konsep sekolah rakyat di Sukoharjo terus diperdalam. Apakah nantinya akan disatukan untuk kawasan Solo Raya, guna memaksimalkan daya tampung kapasitas siswa secara keseluruhan atau tidak.

Selain masalah fisik infrastruktur, Sumarno juga mengakui tantangan masih minimnya pendaftar di tingkat Sekolah Dasar (SD). Menurutnya, akar permasalahan ini bukan semata-mata ketiadaan calon murid. Hal lainnya adalah menyangkut persoalan psikologis dan ikatan emosional antara anak dan orang tua.

Baca Juga: Pegadaian Gelar Khitan Massal Gratis untuk 218 Anak di Semarang dan Salatiga

Bagi Sumarno, ini menjadi pekerjaan rumah dengan mencari metode pendekatan yang tepat.

"Itu yang masih menjadi PR kita. Mungkin kita harus mencari metode, bagaimana supaya anak-anak kita itu bisa hadir di sini, nyaman, dan orang tua juga tidak kepikiran," jelasnya.

Mengingat waktu yang semakin mepet, Sumarno menegaskan bahwa proses penerimaan dan persiapan sekolah harus segera diselesaikan. Ia menargetkan pada tanggal 14 Juli mendatang, operasional sekolah sudah harus mulai berjalan.

"Posisi memang tahun ajaran sudah harus mulai, sehingga kita harus segera berproses untuk menerima siswanya," pungkas Sumarno.

Hingga saat ini, tercatat ada 16 sekolah rakyat di Jawa Tengah, baik rintisan maupun permanen. Harapannya, sekolah rintisan yang ada juga berproses untuk menjadi permanen.

Dalam kesempatan yang sama, Muhaimin Iskandar memastikan sekolah rakyat permanen di Sukoharjo akan mulai beroperasi pada tahun ini. Dia berpesan agar bangunan yang sudah didirikan dirawat dengan baik.

"Yang paling penting adalah bagaimana agar maintenance, perawatannya. Perawatannya harus betul-betul disinergikan atau dikolaborasikan antara Kemensos sama pemerintah daerah. Karena ini tanahnya memang milik tanah pemerintah daerah," ujar Cak Imin, sapaan akrabnya.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait