Pegadaian Gelar Khitan Massal Gratis untuk 218 Anak di Semarang dan Salatiga

Kamis, 2 Juli 2026 | 12.28 WIB
Khitan massal yang diikuti 143 anak di sekitar kantor pegadaian semarang. (edhot)
Khitan massal yang diikuti 143 anak di sekitar kantor pegadaian semarang. (edhot)

Pegadaian Kanwil XI Semarang menggelar khitan massal gratis bagi 218 anak di Semarang dan Salatiga sebagai wujud tanggung jawab sosial di bidang kesehatan.

SEMARANG, puskapik.com – Memasuki masa libur sekolah, ratusan anak memanfaatkan waktu untuk menjalani khitan. Namun, bagi sebagian keluarga, biaya sirkumsisi masih menjadi beban yang tidak ringan.

Kondisi tersebut mendorong PT Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah XI Semarang menggelar khitan massal sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan.

Tahun ini, kegiatan dilaksanakan di dua lokasi, yakni Semarang dan Salatiga. Sebanyak 218 anak mengikuti program tersebut, terdiri atas 143 peserta di Semarang dan 75 peserta di Salatiga.

Baca Juga: Korsleting Diduga Jadi Pemicu, Kebakaran Hebat Luluhlantakkan Dua Rumah di Kangkung Kendal

Pelaksanaan sengaja dijadwalkan saat libur sekolah agar proses pemulihan tidak mengganggu kegiatan belajar ketika tahun ajaran baru dimulai.

Pemimpin Wilayah PT Pegadaian (Persero) Kanwil XI Semarang, M. Aries Aviani Nugroho, mengatakan perusahaan memiliki tanggung jawab untuk tidak hanya menjalankan fungsi bisnis, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat di lingkungan sekitar.

Menurutnya, keberadaan badan usaha harus mampu menghadirkan solusi atas kebutuhan masyarakat, termasuk di bidang kesehatan.

Baca Juga: Ahmad Luthfi Luncurkan Logis, Warga Jateng Kini Bisa Konsultasi Psikolog Gratis

Khitan massal dipilih karena masih banyak keluarga yang membutuhkan layanan tersebut, sementara biaya yang harus dikeluarkan relatif tinggi bagi sebagian warga.

"Pegadaian saat ini sedang bertransformasi. Namun transformasi itu tidak hanya pada aspek bisnis, tetapi juga bagaimana kami memperkuat tanggung jawab sosial kepada masyarakat dan lingkungan sekitar," ujarnya.

Aries menjelaskan, seluruh peserta memperoleh layanan khitan menggunakan metode modern sealer yang dinilai mampu mempercepat proses penyembuhan dan meminimalkan rasa nyeri.

Selain tindakan medis, peserta juga mendapatkan pendampingan hingga proses pemulihan selesai sehingga anak-anak dapat kembali beraktivitas dengan lebih cepat.

Ia menilai pelayanan kesehatan merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata perusahaan kepada masyarakat.

Kehadiran dunia usaha, menurutnya, seharusnya tidak hanya diukur dari kinerja ekonomi, tetapi juga dari kepedulian terhadap persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.

"Melalui kegiatan ini kami ingin masyarakat benar-benar merasakan manfaat kehadiran Pegadaian. Ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial kami di bidang kesehatan," katanya.

Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

Dengan memperoleh layanan kesehatan yang layak, anak-anak diharapkan dapat tumbuh sehat dan mengikuti pendidikan tanpa terganggu proses pemulihan.

Bagi para orang tua, kegiatan seperti ini memberikan manfaat yang dirasakan secara langsung. Salah satunya diungkapkan Micky Tranjaya, orang tua salah seorang peserta khitan.

Ia mengaku terbantu karena biaya khitan saat ini cukup tinggi. Sementara putranya yang telah duduk di kelas VI sekolah dasar sudah memiliki keinginan untuk menjalani khitan sebelum memasuki jenjang pendidikan berikutnya.

"Program ini sangat membantu masyarakat. Biaya khitan sekarang cukup mahal, sehingga kami merasa terbantu. Kebetulan anak juga memang sudah ingin khitan karena sekarang sudah kelas enam SD," tuturnya.

Pelaksanaan khitan massal saat libur sekolah juga dinilai tepat karena memberikan waktu yang cukup bagi anak untuk beristirahat sebelum kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Orang tua tidak perlu khawatir anak harus meninggalkan pelajaran akibat masa pemulihan.

Melalui kegiatan tersebut, Pegadaian menunjukkan bahwa pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diarahkan pada program yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

Di tengah transformasi yang tengah dijalankan perusahaan, aspek sosial tetap menjadi bagian penting dalam membangun hubungan dengan masyarakat serta memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara nyata oleh warga di sekitar wilayah operasional. **