Backlog Rumah di Jateng Menurun, Ahmad Luthfi Rangkul Asosiasi Pengembang Percepat Penyediaan Hunian Rakyat

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengajak REI dan Himperra mempercepat pemenuhan rumah rakyat,

Pemprov Jateng gandeng REI dan Himperra percepat hunian rakyat, tekan backlog 1 juta unit tanpa alih fungsi lahan sawah dilindungi.

Praktik di lapangan, kata dia, tidak sedikit proyek pengembangan perumahan maupun investasi industri yang berbenturan dengan status LSD. Pemerintah pusat melalui Badan Pertanahan Nasional (BPN) telah membuka ruang bagi kabupaten/kota untuk mengajukan lahan pengganti jika terjadi kebutuhan mendesak.

“Kebijakan itu nanti akan kami sosialisasikan dan komunikasikan. Saya sudah wanti-wanti kepqda teman-teman jangan sekali-kali LSD kita ubah selama itu tidak betul-betul suatu kontijensi ” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPD REI Jawa Tengah Hermawan Mardiyanto, menyatakan, dukungan penuh terhadap percepatan program perumahan di Jateng. Ia menyebut koordinasi antara REI dan Pemprov Jateng dilakukan secara berkala setiap tiga bulan sekali untuk mengevaluasi capaian program 3 juta rumah.

“Masyarakat masih sangat butuh rumah. Kami selaku asosiasi mengimbau anggota untuk melakukan pekerjaan dengan baik dan tidak melanggar aturan,” katanya.

Ia juga menilai keberadaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman turut memperkuat akselerasi pembangunan rumah, terutama setelah adanya penambahan kuota Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Pada tahun lalu, REI secara nasional mampu merealisasikan sekitar 280 ribu unit rumah melalui skema tersebut.

Dengan sisa backlog lebih dari satu juta unit, sinergi pemerintah dan pelaku usaha menjadi penentu apakah target pemenuhan hunian rakyat dapat dipercepat, tanpa mengorbankan ketahanan pangan dan tata ruang yang berkelanjutan. **

Halaman 2 dari 2

Artikel Terkait