Banjir Luapan Sungai Blorong juga Rendam Sekolah, Puskesmas, dan Balai Desa

Kondisi balai desa Sidorejo yang tegenang banjir akibat luapan sungai Blorong. Edhot

Banjir luapan Sungai Blorong merendam fasilitas umum di Brangsong. SMPN 2 tergenang hingga 40 cm, puskesmas lumpuh.

Tak hanya sekolah, fasilitas kesehatan juga lumpuh. Puskesmas Brangsong I turut terdampak luapan Sungai Blorong dengan ketinggian air mencapai sekitar 70 sentimeter. Air tidak hanya merendam halaman, tetapi juga mulai masuk ke dalam ruangan pelayanan.

Akibatnya, seluruh layanan kesehatan untuk sementara tidak dapat dilakukan karena akses menuju puskesmas terendam cukup tinggi.

Sumanto, salah satu warga, mengaku air mulai naik sejak dini hari dan terus bertambah hingga pagi.

“Puskesmas dan Balai Desa Sidorejo ketinggian airnya lumayan, hampir selutut orang dewasa sehingga praktis tidak ada pelayanan,” katanya.

Menanggapi kondisi tersebut, Kasi Kedaruratan BPBD Kendal, Iwan Sulistyo, menjelaskan bahwa banjir dipicu oleh peningkatan debit air Sungai Blorong secara signifikan setelah wilayah hulu diguyur hujan deras.

“Air ini limpasan dari Sungai Blorong. Wilayah atas diguyur hujan dengan intensitas tinggi sehingga debit naik dan meluap ke permukiman warga,” jelasnya.

BPBD Kendal terus memantau perkembangan debit air dan berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan serta desa terdampak untuk memastikan keselamatan warga.

“Kami berupaya secepatnya memberikan pertolongan kepada warga terdampak banjir. Untuk anak-anak agar tidak bermain di sekitar aliran sungai dan tetap dalam pengawasan orang tua,” tegas Iwan.

Ia juga mengimbau warga lanjut usia maupun yang memiliki kondisi kesehatan tertentu untuk segera melapor apabila membutuhkan bantuan evakuasi. Pemerintah desa diminta menyiapkan titik pengungsian awal jika debit air kembali meningkat.

“Kepala desa kami minta menyiapkan titik pengungsian awal apabila air kembali meningkat. Kami terus pantau situasi di lapangan,” pungkasnya.

Halaman 2 dari 3

Artikel Terkait