Cilacap Jadi Lokasi Proyek Hilirisasi Nasional, Ungkit Perekonomian Daerah

Rabu, 29 April 2026 | 18.51
puskapik

Proyek hilirisasi nasional fase II di Cilacap senilai Rp116 triliun diharapkan dorong ekonomi daerah dan ciptakan lapangan kerja serta buka kerja

CILACAP, puskapik.com — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendampingi Presiden Prabowo Subianto melaksanakan peletakan batu pertama (groundbreaking) 13 proyek hilirisasi nasional fase II, di PT Kilang Pertamina Internasional Cilacap, Rabu, 29 April 2026.

Proyek hilirisasi nasional di Cilacap tersebut, diharapkan dapat mengungkit perekonomian dan mengangkat kesejahteraan masyarakat sekitar.

Baca Juga: Lima Desa Masuk Nominasi Lomba Desa Tingkat Kabupaten

Prabowo mengatakan, proyek hilirisasi nasional fase II mencakup 13 proyek strategis senilai total Rp116 triliun. Rinciannya terdiri atas lima proyek bidang energi, lima proyek bidang mineral, dan tiga proyek bidang pertanian. Proyek tersebut tersebar di seluruh daerah Indonesia.

"Proyek hilirisasi ini akan terus menerus kita tambah. Hilirisasi adalah jalan menuju kebangkitan Bangsa Indonesia," katanya di sela acara.

Baca Juga: Jembatan Guci Tegal Mulai Diperbaiki, Penghubung Desa Guci-Rembul

Dikatakan Prabowo, hilirisasi adalah jalan untuk menjadikan bangsa ini lebih makmur. Ia berharap, sumber daya alam Indoensia harus benar-benar dinikmati oleh rakyat Indonesia.

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Badan Pengelola Investasi Danantara, Rosan Perkasa Roeslani menuturkan, sampai fase II ini, total sudah ada 30 proyek hilirisasi nasional. Proyek ini sebagai upaya menciptakan nilai tambah industri dan lapangan pekerjaan. Total akan tercipta sekitar 600 ribu lapangan pekerjaan.

"Dari jumlah itu, total ada enam hilirisasi bidang energi. Untuk fase II ini ada Cilacap dan Dumai sebagai upaya mengurangi impor bahan bakar minyak dan dapat menghemat sekitar USD1,25 miliar, lalu ada juga di Maumere," jelasnya.

Untuk diketahui, PT Kilang Pertamina Internasional melalui Refinery Unit IV Cilacap merupakan pilar penting pengolahan minyak dan petrokimia nasional.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait