Dari Lereng Nglimut, Kendal Bidik Pengembangan Sport Tourism Lewat Wisata Paralayang

Kendal mengembangkan sport tourism melalui Paralayang Nglimut Hills. Destinasi ini menawarkan wisata udara, pembinaan atlet, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
KENDAL, puskapik.com – Upaya pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Kendal terus dilakukan dengan menghadirkan destinasi berbasis olahraga atau sport tourism.
Salah satunya melalui Paralayang Nglimut Hills & Cafe yang berada di kawasan Nglimut, Desa Gonoharjo, Kecamatan Limbangan.
Destinasi yang mulai beroperasi sejak Desember 2025 tersebut tidak hanya menawarkan wisata alam, tetapi juga pengalaman olahraga udara yang masih tergolong baru di Kabupaten Kendal.
Baca Juga: PGRI Paguyangan FC Tantang Asri FC di Final Wurja Cup 2026, Siapa Bakal Angkat Trofi?
Pengunjung dapat merasakan sensasi terbang tandem bersama pilot profesional sambil menikmati panorama perbukitan dan hamparan hijau kawasan lereng pegunungan.
Pengelola Paralayang Nglimut Hills & Cafe, Muhibin, mengatakan keberadaan lokasi ini diharapkan mampu memperkenalkan olahraga paralayang kepada masyarakat luas sekaligus menjadi wadah pembinaan atlet masa depan.
Menurutnya, olahraga paralayang selama ini masih dianggap asing oleh sebagian masyarakat.
Baca Juga: Baru Dilantik, Dirut PDAM Pemalang Langsung Dapat Seabrek PR dari Bupati
Padahal, dengan prosedur keselamatan yang baik, olahraga tersebut dapat dinikmati berbagai kalangan sekaligus memiliki potensi prestasi yang menjanjikan.
"Kami ingin masyarakat mengenal bahwa paralayang merupakan olahraga yang aman dan memiliki standar keselamatan yang ketat. Selain menjadi wisata, kami juga berharap tempat ini dapat melahirkan atlet-atlet paralayang dari Kendal yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional," ujarnya.
Untuk menikmati penerbangan tandem, pengunjung dikenakan biaya Rp400 ribu. Sementara itu, kawasan wisata dapat diakses tanpa tiket masuk sehingga masyarakat tetap bisa menikmati suasana alam maupun fasilitas yang tersedia.
Selain area lepas landas paralayang, pengelola juga menyediakan sejumlah fasilitas penunjang seperti kafe, restoran, area swafoto, musala, toilet, dan area parkir untuk menunjang kenyamanan pengunjung.
Camat Limbangan, Sucipto, menilai keberadaan wisata paralayang menjadi terobosan baru dalam pengembangan sektor pariwisata di wilayahnya.
Selama ini Limbangan dikenal memiliki beragam wisata alam, mulai dari kawasan pemandian air panas hingga wisata pegunungan.
Menurutnya, kehadiran wisata berbasis olahraga dapat memperluas segmentasi wisatawan yang datang ke Kendal.
Tidak hanya wisatawan umum, tetapi juga komunitas olahraga dan atlet dari berbagai daerah.
"Kami berharap Paralayang Nglimut Hills menjadi salah satu ikon sport tourism di Kabupaten Kendal. Ke depan kami ingin ada berbagai event atau kejuaraan yang digelar di sini sehingga mampu menarik lebih banyak kunjungan wisatawan," katanya.
Lebih jauh, Sucipto menilai pengembangan sport tourism juga berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Meningkatnya kunjungan wisatawan akan membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM, sektor kuliner, hingga jasa penginapan di kawasan Limbangan.
Dengan potensi alam yang mendukung serta fasilitas yang terus dikembangkan, Paralayang Nglimut Hills & Cafe kini menjadi salah satu destinasi yang diharapkan mampu memperkuat posisi Kendal sebagai daerah tujuan wisata di Jawa Tengah.
Tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga pengalaman olahraga udara yang masih jarang ditemui di daerah lain. **



