Debut Bersama Kendal Tornado FC Jadi Pengalaman Baru Yushi Yamaya

Yushi Yamaya menjalani debut bersama Kendal Tornado FC dan mulai beradaptasi dengan karakter sepak bola Indonesia serta membangun kombinasi tim.
KENDAL, puskapik.com – Debut Yushi Yamaya bersama Kendal Tornado FC bukan sekadar kesempatan tampil dalam pertandingan resmi. Bagi winger asal Jepang tersebut, laga kontra De Reds FC menjadi pintu awal untuk mengenal lebih jauh karakter sepak bola Indonesia.
Yushi dipercaya tampil sejak menit pertama ketika Kendal Tornado FC menghadapi De Reds FC di Stadion Gelora 10 November Surabaya, Sabtu 12 September 2026. Ia kemudian ditarik keluar pada babak kedua.
Meski baru menjalani pertandingan resmi pertamanya bersama tim, pemain kelahiran Kanagawa itu mengaku menikmati pengalaman tersebut.
“Tentu hal yang menggembirakan saya bisa tampil dengan tim ini di kompetisi resmi. Ada motivasi lebih ketika bermain,” kata Yushi, Rabu 16 September 2026.
Baca Juga: Petugas Gabungan Intensifkan Pendinginan, Bara di TPA Lama Darupono Kendal Diwaspadai
Setelah merasakan langsung pertandingan di Indonesia, Yushi mulai menemukan sejumlah perbedaan dibandingkan sepak bola yang selama ini dijalaninya di Jepang.
Salah satu yang paling terasa adalah kecepatan perubahan situasi permainan. Menurut pemain yang pernah memperkuat FC Gifu tersebut, transisi permainan di Indonesia berlangsung lebih cepat dan lebih sering.
“Sepak bola di sini memiliki transisi dari bertahan ke menyerang maupun sebaliknya yang lebih cepat dan lebih sering terjadi,” ujarnya.
Karakter permainan tersebut membuat Yushi harus melakukan penyesuaian. Ia perlu memahami pola permainan rekan setim sekaligus membaca situasi pertandingan dengan lebih cepat.
Di luar aspek teknis, Yushi juga mendapat pengalaman berbeda dari atmosfer sepak bola Indonesia. Tingginya antusiasme terhadap sepak bola menjadi salah satu hal yang menarik perhatiannya.
Baca Juga: Masuk Semifinal, Kafilah Ditantang Gali Gagasan Soal “Ecotheology”
Atmosfer tersebut bahkan sudah menjadi daya tarik baginya sejak masih bermain di Jepang. Kini, ia bisa merasakan langsung gairah sepak bola tersebut setelah bergabung dengan Kendal Tornado FC.
Namun, adaptasi Yushi tidak hanya berkaitan dengan permainan. Ia juga merasakan perbedaan kondisi lapangan.
Menurutnya, lapangan berumput alami di Jepang cenderung memiliki kualitas yang lebih baik sehingga lebih nyaman digunakan untuk bermain. Perbedaan tersebut menjadi bagian lain yang harus ia sesuaikan ketika tampil di Indonesia.
Yushi menyadari debutnya belum sepenuhnya menunjukkan permainan terbaiknya. Ia juga menilai kombinasi permainan Kendal Tornado FC pada laga sebelumnya masih belum maksimal.