Ekonomi Kendal Ngebut 8,57 Persen, Industri Jadi Penggerak

Ekonomi Kabupaten Kendal tumbuh 8,57 persen pada Triwulan II 2026, tertinggi di Jateng. Investasi Rp6,56 triliun jadi salah satu penggerak utama pertumbuhan.
KENDAL,puskapik.com — Investasi senilai Rp6,56 triliun menjadi salah satu mesin penggerak utama perekonomian Kabupaten Kendal sepanjang 2026.
Arus investasi dalam skala besar, terutama yang masuk ke kawasan industri, dinilai mampu memperkuat aktivitas produksi sekaligus membuka lebih banyak kesempatan kerja bagi masyarakat.
Masuknya investasi tersebut menjadi modal penting di tengah capaian pertumbuhan ekonomi Kendal yang mencapai 8,57 persen.
Baca Juga: Nekat Parkir Sembarangan di Tegal, Kendaraan Bisa Digembok hingga Diderek
Angka itu menempatkan Kendal sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Jawa Tengah pada periode yang sama.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kendal, Wahyu Yusuf Ahmadi, mengatakan investasi Rp6,56 triliun tidak hanya berdampak terhadap peningkatan kapasitas produksi industri.
Efek berantai investasi juga diharapkan mampu menggerakkan sektor ekonomi lain dan menciptakan lapangan pekerjaan.
“Investasi yang masuk menjadi modal penting untuk menggerakkan roda ekonomi daerah. Harapannya, investasi ini tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga membuka kesempatan kerja dan memperluas aktivitas ekonomi di berbagai sektor,” katanya dalam kegiatan rilis pertumbuhan ekonomi Triwulan II, Rabu (9/9/2026).
Baca Juga: TNI Ajak Warga Pemalang Aktif Cegah Karhutla
Menurut Wahyu, tingginya pertumbuhan ekonomi harus diikuti langkah konkret agar momentum tersebut dapat dipertahankan. Pemerintah daerah bersama organisasi perangkat daerah (OPD) dan seluruh pemangku kepentingan didorong memperkuat sinergi sehingga pertumbuhan ekonomi tidak berhenti pada pencapaian angka.
Pertumbuhan ekonomi, lanjutnya, harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan UMKM, pembangunan infrastruktur, serta kebijakan yang memastikan masyarakat lokal ikut menikmati manfaat pertumbuhan.
Kepala BPS Kabupaten Kendal, Aji Sandi Parwoto, menjelaskan pertumbuhan ekonomi sebesar 8,57 persen menunjukkan aktivitas ekonomi di Kendal bergerak kuat di berbagai sektor.
Industri pengolahan menjadi motor utama pertumbuhan. Sementara sektor pertanian, perdagangan, konstruksi, serta akomodasi dan makan minum turut memberikan penguatan terhadap perekonomian daerah.
“Pertumbuhan ekonomi Kendal sebesar 8,57 persen merupakan hasil dari bergeraknya berbagai sektor secara bersamaan. Industri pengolahan menjadi motor utama, sementara pertanian, perdagangan, konstruksi, serta akomodasi dan makan minum memberikan penguatan dari sisi kontribusi maupun sumber pertumbuhan,” jelasnya.
Capaian tersebut jauh berada di atas pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang tercatat 5,71 persen secara year-on-year (y-on-y). Pada periode yang sama, pertumbuhan ekonomi nasional berada di angka 5,29 persen.