Gempa Hembusan Gunung Slamet Capai 183 Kali, Status Masih Waspada

Kamis, 23 April 2026 | 08.48
Asap putih terlihat di puncak Gunung Slamet dilihat dari wilayah Kabupaten Tegal. (Dok)
Asap putih terlihat di puncak Gunung Slamet dilihat dari wilayah Kabupaten Tegal. (Dok)

Asap putih terlihat di puncak Gunung Slamet, dengan 183 gempa hembusan. Status masih Waspada, masyarakat diminta tidak berada dalam radius 3 km dari kawah.

SLAWI, puskapik.com - Aktivitas Gunung Slamet yang berada di lima kabupaten Jateng mengalami peningkatan aktivitas pada Rabu 22 April 2026.

Gunung Slamet dengan ketinggian 3.432 mdpl ini, mengalami gempa Hembusan sebanyak 183 kali mulai pukul 00.00-24.00 WIB. Hingga kini, Gunung Slamet masih berstatus level II waspada.

Berdasarkan data dari situs MAGMA Indonesia, Badan Geologi, ESDM, Earthstar Geographics pada Rabu 22 April 2026, pengamatan Klkegempaan terjadi 183 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 3-7 mm, dan lama gempa 30-60 detik.

Baca Juga: Bikin Panik Warga, ODGJ Ngamuk Bawa Parang di Widuri Pemalang

Sedangkan, gempa Low Frequency sebanyak 57 kali dengan amplitudo 3-4 mm, dan lama gempa 6-29 detik, dan 1 kali gempa Tremor Menerus dengan amplitudo 0.5-1.5 mm, dominan 0.5 mm.

Pengamatan klimatologi, cuaca berawan hingga hujan, angin lemah ke arah selatan.

Suhu udara sekitar 21.3-23.3°C. Kelembaban 86-99%. Untuk pengamatan visual Gunung Slamet terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III.

Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga tebal tinggi sekitar 50-200 meter dari puncak.

Baca Juga: Jaringan Perantau Tegal Menguat, 52 Komunitas Disatukan IKBT Bahari Ayu

Sementara itu, tingkat aktivitas Gunungapi Slamet Level II (Waspada), dan rekomendasi kepada masyarakat dan pengunjung wisatawan tidak beradaa atau beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah puncak Gunung Slamet.

Dilansir dari situs MAGMA Indonesia, laporan per 24 jam tanggal 20 April 2026 pukul 00.00-24.00 WIB, bahwa cuaca cerah hingga hujan, angin lemah hingga sedang ke arah timur, selatan dan barat. Suhu udara sekitar 21.2-28.2°C, dan kelembaban 69-96 persen.

Pengamatan visual Gunung api itu, terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-II. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tebal tinggi sekitar 50 meter dari puncak.

Sedangkan pengamatan kegempaan, terjadi 7 kali gempa hembusan dengan amplitudo 3-5 mm, dan lama gempa 30-40 detik. Gempa low frequency terjadi 17 kali dengan amplitudo 3-4.5 mm, dan lama gempa 7-27 detik.

Sementara itu, terjadi 2 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 2-3.5 mm, S-P 29.3 detik dan lama gempa 81-200 detik. Selain itu, juga terjadi 1 kali gempa tremor menerus dengan amplitudo 0.5 mm, dominan 0.5 mm. **

Artikel Terkait