Gubernur Luthfi Warning BUMD: Harus Kreatif dan Inovatif Hasilkan PAD

Senin, 27 April 2026 | 18.40
puskapik

Gubernur Luthfi minta BUMD kreatif dan inovatif hasilkan PAD, optimalkan aset, serta berkolaborasi demi dorong ekonomi daerah dan kinerja profesional.

SEMARANG, puskapik.com - Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengingatkan seluruh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar tidak sekadar eksis, tetapi benar-benar berkontribusi pada pendapatan asli daerah (PAD) dan pembangunan. Ia meminta BUMD agar kreatif dan inovatif dam menciptakan program.

Penegasan itu disampaikan Ahmad Luthfi saat memimpin Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tiga BUMD milik Pemprov Jawa Tengah, Senin (27/4/2026).

Tiga perusahaan daerah yang dibahas yakni PT Jateng Agro Berdikari (JTAB), PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT), dan PT Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan (PRPP).

Baca Juga: Masuki Masa Pensiun , 82 PNS Pemkab Tegal Terima Kenaikan Pangkat Pengabdian

Menurut Ahmad Luthfi, BUMD harus menjadi motor penggerak ekonomi daerah, terutama di tengah keterbatasan fiskal pemerintah provinsi.

Selain Karena itu, inovasi dan terobosan bisnis menjadi kunci agar perusahaan daerah mampu bertahan sekaligus memberikan dampak nyata.

“BUMD itu nafasnya untuk PAD wilayah. Saat fiskal terbatas, maka yang diandalkan adalah kreativitas dan terobosan,” tegasnya.

Baca Juga: Perkuat Layanan Publik, Gubernur Luthfi Lantik 27 Pejabat Pemprov Jateng

Ia menekankan, pengelolaan BUMD harus profesional dan berorientasi pada manfaat publik, bukan kepentingan pribadi. Seluruh jajaran komisaris dan direksi akan dievaluasi secara berkala berdasarkan kinerja.

“Baik itu komisaris atau direktur utama, selama tidak efektif akan kami evaluasi. Tugas BUMD adalah menyehatkan APBD,” ujarnya.

Ahmad Luthfi juga mengingatkan agar tidak ada BUMD yang justru menjadi beban keuangan daerah. Seluruh aset dan lini bisnis harus dioptimalkan untuk menghasilkan keuntungan yang berkontribusi pada PAD.

Untuk mendorong kinerja, ia meminta BUMD aktif berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan seperti Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), serta Gerakan Ekonomi Kreatif (Gekrafs).

Kolaborasi ini dinilai penting untuk menghidupkan aset-aset daerah yang belum tergarap optimal, sekaligus membuka peluang bisnis baru.

“Gandeng Kadin, Hipmi, dan Gekrafs. Kolaborasi dengan pengusaha muda agar aset kita berkembang dan hidup. BUMD harus punya daya dobrak,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Luthfi mengapresiasi kinerja PT Jateng Agro Berdikari yang dinilai aktif menjaga stabilitas harga melalui program pangan murah, operasi pasar, dan pengembangan kios di berbagai daerah.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait