Jalur Kaliwungu–Boja Kendal Lumpuh Sebagian, Perbaikan Jalan Ambles Belum Dimulai

Jalan Kaliwungu–Boja di Desa Protomulyo, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal yang ambles hingga 2,5 meter belum diperbaiki karena masih menunggu kepastian.
KENDAL, puskapik.com – Kerusakan parah yang terjadi di ruas jalan Kaliwungu–Boja, tepatnya di Desa Protomulyo, Kecamatan Kaliwungu Selatan, masih menjadi perhatian pemerintah daerah.
Hingga awal Juni 2026, perbaikan jalan yang ambles tersebut belum dapat dilakukan karena masih menunggu kepastian anggaran.
Ruas jalan yang menjadi akses penting penghubung wilayah Kaliwungu dan Boja itu mengalami retak dan ambles pada bagian tepinya.
Baca Juga: Loker di Tegal, PT Playworks Butuh Operator Sewing
Kondisi badan jalan yang miring dinilai membahayakan pengguna jalan sehingga sebagian jalur terpaksa ditutup.
Saat ini kendaraan hanya dapat melintas melalui satu lajur dari arah Boja menuju Kaliwungu dengan sistem buka-tutup secara bergantian.
Pengaturan tersebut dilakukan untuk menjaga keselamatan pengguna jalan sekaligus mencegah kerusakan bertambah parah.
Baca Juga: Lawan Krisis Iklim, Wabup Tegal Canangkan Gerakan "Satu Rumah Satu Pohon
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Kendal, Sudaryanto, menjelaskan bahwa kerusakan jalan tersebut masuk dalam kategori bencana karena terjadi akibat dampak musim hujan yang lalu.
Menurutnya, proses penanganan saat ini dikoordinasikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kendal.
DPUPR sendiri telah melakukan survei lapangan untuk mengetahui tingkat kerusakan dan kebutuhan penanganan.
"Karena masuk kategori bencana, penanganannya diinisiasi BPBD. Kami sudah melakukan survei dan hasilnya akan dibahas bersama dalam rapat koordinasi," ujarnya.
Hasil survei menunjukkan kondisi kerusakan cukup serius. Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kendal, Sabidin, menyebut jalan mengalami ambles sedalam sekitar 2,5 meter dengan retakan mencapai panjang 50 meter.
Tidak hanya itu, dampak kerusakan juga menjalar pada badan jalan beton sepanjang kurang lebih 65 meter.
Sabidin mengungkapkan, retakan sebenarnya telah muncul sejak beberapa waktu lalu. Namun karena belum menyebabkan kemiringan badan jalan, kerusakan saat itu masih dapat ditangani dengan pelapisan aspal.
Curah hujan tinggi yang terjadi beberapa bulan terakhir diduga mempercepat pergerakan tanah di bawah konstruksi jalan. Akibatnya, retakan berkembang menjadi amblesan yang cukup dalam dan mengancam keselamatan lalu lintas.
"Awalnya hanya retak dan masih bisa ditangani. Setelah musim hujan, kondisi tanah di bawah jalan melemah sehingga terjadi amblesan," jelasnya.
Sementara itu, BPBD Kendal memastikan tahapan perencanaan penanganan sudah disiapkan. Saat ini pemerintah daerah tinggal menentukan sumber pembiayaan untuk pekerjaan perbaikan.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kendal, Iwan Sulistyo, mengatakan pembahasan terkait anggaran akan dilakukan dalam rapat bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Kendal.
"Perencanaan sudah ada. Tinggal menunggu keputusan anggaran. Senin mendatang akan dibahas bersama Sekda," katanya.
Warga dan pengguna jalan berharap perbaikan dapat segera direalisasikan. Selain menjadi jalur utama penghubung Kaliwungu dan Boja, ruas jalan tersebut juga menjadi akses penting bagi aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat sehari-hari. Jika tidak segera ditangani, kerusakan dikhawatirkan semakin meluas terutama saat memasuki musim hujan berikutnya.