Lawan Krisis Iklim, Wabup Tegal Canangkan Gerakan "Satu Rumah Satu Pohon

Wabup Tegal Ahmad Kholid mencanangkan Gerakan Satu Rumah Satu Pohon sebagai upaya menghadapi krisis iklim dan memperkuat penghijauan di Kabupaten Tegal.
SLAWI, puskapik.com – Pemerintah Kabupaten Tegal mengambil langkah berani untuk melawan krisis lingkungan global.
Tepat pada puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di GOR Tri Sanja Slawi, Jumat (5/6/2026), Wakil Bupati Tegal Ahmad Kholid resmi mencanangkan gerakan Satu Rumah Satu Pohon.
Aksi nyata ini dihadiri oleh sekitar 200 peserta, mulai dari unsur Forkopimda, pegiat lingkungan, hingga perwakilan pelajar dan guru se-Kabupaten Tegal.
Baca Juga: Pemkab Pemalang Siapkan Kuota 15 persen untuk Anak Disabilitas
"Kalau kesadaran menanam satu rumah satu pohon ini muncul, insya Allah bumi ini akan kembali hijau," ujar Kholid optimis saat memberikan arahan.
Tidak hanya fokus pada area pemukiman, mata pemerintah kini tertuju pada kawasan dataran tinggi.
Kholid menegaskan dukungan penuhnya untuk menghijaukan kembali lereng Gunung Slamet, khususnya di Dusun Sawangan, Desa Sigedong, Kecamatan Bumijawa.
Langkah hulu ini dinilai krusial untuk mengembalikan fungsi konservasi hutan secara optimal.
Baca Juga: Bupati Brebes Salurkan Bantuan Rp 2,4 Miliar untuk Korban Tanah Gerak Sirampog dan Banjir Bumiayu
"Mudah-mudahan di lereng Gunung Slamet akan kembali tumbuh penghijauan yang kita harapkan, agar tidak ada lagi bencana yang timbul di kemudian hari," tambah Wabup.
Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tegal, Taroyo, mengungkapkan bahwa bumi saat ini sedang menghadapi tiga krisis sistemik, yakni perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan polusi.
Sebagai jawaban, DLH Kabupaten Tegal langsung tancap gas lewat dua program utama, yakni
Wajah Baru GOR Trisanja: Area jogging track pusat olahraga ini akan dipercantik dengan 300 batang bibit pohon tabebuya.
Sebanyak 60 pohon langsung ditanam hari ini, sementara sisanya bersama 200 bibit pohon buah akan ditanam bertahap.
Aksi 100 Hektare Gunung Slamet: Memasuki musim penghujan, pemda bersama para pecinta alam siap menggerakkan penghijauan masif di lahan hutan lindung dan produksi seluas 100 hektare. Targetnya, 9.000 bibit pohon akan tertanam di sana.


