Kemiskinan Jateng Turun, Ahmad Luthfi: Ini Hasil Kerja Tim, Harus Terus Ditingkatkan

Sabtu, 26 Juli 2025 | 20.47

PUSKAPIK.COM, Semarang - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyambut positif rilis terbaru BPS yang mencatat penurunan angka kemiskinan di Jawa Tengah dari 9,58% (September 2024) menjadi 9,48% (Maret ...

PUSKAPIK.COM, Semarang - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyambut positif rilis terbaru BPS yang mencatat penurunan angka kemiskinan di Jawa Tengah dari 9,58% (September 2024) menjadi 9,48% (Maret 2025). Ia menyebut capaian ini sebagai hasil kerja kolektif seluruh elemen, mulai dari pemerintah provinsi, kabupaten/kota, OPD, hingga stakeholder lainnya.

Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan, penurunan angka kemiskinan tersebut merupakan hasil kerja tim.

Mulai dari pemerintah provinsi, kabupaten/kota, seluruh dinas, serta stakeholder yang melakukan intervensi secara menyeluruh pada berbagai bidang.

"Saya ucapkan terima kasih. BPS mengeluarkan data, kemiskinan di Jawa Tengah turun mulai dari 9,58% menjadi 9,48%. Kita tidak menjadi provinsi termiskin dan ini merupakan keberhasilan bersama," kata Ahmad Luthfi di Semarang, Sabtu, 26 Juli 2025.

Meski sudah mengalami penurunan, Luthfi menegaskan kepada seluruh tim untuk tidak berpuas diri. Super team yang dibentuk harus bisa mempertahankan tren positif tersebut.

Sebisa mungkin bahkan meningkatkan capaian melalui kerja kolaborasi secara komprehensif.

"Kita harus dukung dan pertahankan, bahkan kita tingkatkan. Minimal satu digit kita mampu untuk Jawa Tengah nanti lebih baik," katanya.

Luthfi menjelaskan, parameter kemiskinan dan kemiskinan ekstrem telah ditentukan. Intervensi dalam sektor-sektor tersebut akan terus dilakukan.

Misalnya, sektor pendidikan. Anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem harus diintervensi, termasuk mereka yang putus sekolah harus disekolahkan.

"Infrastruktur sekolah kita perbaiki. Kalau kewajiban provinsi maka SMA/SMK harus kita bangun/perbaiki," jelasnya.

Berikutnya terkait rumah tidak layak huni (RTLH) yang di Jawa Tengah mencapai hampir 1.012.113 unit. Intervensi dari Pemprov Jateng telah menganggarkan perbaikan 17.000 unit RTLH pada 2025.

Halaman 1 dari 3

Artikel Terkait