Kendal Bersiap Hadapi Bonus Demografi, Pemuda Diminta Jadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 8 September 2026 | 18.49
Seminar kewirausahaan yang digelar Disporapar Kendal.
Seminar kewirausahaan yang digelar Disporapar Kendal. (edhot)

Pemkab Kendal mendorong pemuda menjadi pencipta lapangan kerja menghadapi bonus demografi 2030–2041 dengan mengembangkan potensi dan kewirausahaan.

KENDAL, puskapik.com — Bonus demografi yang diprediksi mencapai puncaknya pada 2030–2041 menjadi peluang besar sekaligus tantangan bagi Kabupaten Kendal. Jumlah penduduk usia produktif yang semakin besar harus diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia agar tidak justru menjadi beban pembangunan.

Pemuda Kendal pun didorong tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan atau menjadi job seeker. Mereka dituntut berani menciptakan usaha dan lapangan pekerjaan atau menjadi job creator.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kendal, Mardi Eddy Susilo, mengatakan pemuda memiliki peran penting dalam pembangunan daerah. Karena itu, generasi muda tidak seharusnya hanya diposisikan sebagai penerus bangsa, tetapi harus mulai mengambil peran sejak sekarang.

Baca Juga: Kebutuhan Air Industri Kendal Melonjak, Bendungan Bodri Didorong Jadi Prioritas
"Kita semua sering mengatakan pemuda adalah masa depan bangsa. Menurut saya, kalimat itu masih kurang. Pemuda bukan hanya masa depan, tetapi kekuatan pembangunan hari ini," tegas Mardi saat memberikan sambutan dalam sosialisasi Semanis Kamu (Sekolah Mahir Bisnis Kewirausahaan Pemuda), Selasa (8/9/2026).

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 50 pemuda yang merupakan utusan dari Kecamatan Sukorejo dan Patean.

Program Semanis Kamu diarahkan untuk meningkatkan kapasitas, kreativitas, inovasi, serta keberanian pemuda dalam memasuki dunia kewirausahaan.

Mardi berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda seremonial. Para peserta diharapkan mampu membawa gagasan yang kemudian diwujudkan dalam tindakan nyata.

"Jangan hanya pulang membawa cerita. Kita harus pulang membawa semangat dan komitmen untuk melakukan sesuatu," ujarnya.

Dorongan serupa disampaikan Ketua KNPI Kendal, Nattaya Kenenza. Ia menilai pemuda perlu mengubah pola pikir dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja.

Baca Juga: Hutan Magelung Kendal Terbakar, TNI-Polri dan Damkar Cegah Api Meluas

"Generasi milenial sekarang banyak yang mencari pekerjaan. Padahal mereka juga bisa membuat pekerjaan itu sendiri," kata Nattaya.

Menurutnya, peluang usaha tidak selalu harus dimulai dengan modal besar. Berbagai persoalan dan kebutuhan masyarakat di sekitar justru dapat menjadi sumber ide bisnis.

Sektor kuliner, fashion, hingga usaha berbasis digital dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan pemuda. Bahkan, bisnis makanan dapat dimulai dari rumah dengan sistem pre-order dan pemasaran melalui media sosial.

"Masalah itu sebenarnya bisa menjadi sebuah bisnis kalau kita mampu melihatnya sebagai peluang," tegasnya.

Sementara itu, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mendorong pemuda untuk lebih berani menggarap berbagai potensi yang dimiliki daerah.

Halaman 1 dari 2