Lereng Gunung Prau Longsor, Pemkab Kendal Bergerak Amankan Aliran Sungai

Jumat, 6 Februari 2026 | 12.56 WIB
Petugas BPBD Kendal memotong kayu yang menutup aliran sungai setelah tertimpa longsor. edhot
Petugas BPBD Kendal memotong kayu yang menutup aliran sungai setelah tertimpa longsor. edhot

Longsor lereng Gunung Prau Kendal akibat hujan deras ditangani cepat Pemkab dengan membersihkan alur sungai demi cegah banjir lanjutan.

KENDAL, puskapik.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah pegunungan Kendal selama beberapa hari terakhir memicu longsor di lereng Gunung Prau, Desa Genting Gunung, Kecamatan Sukorejo. Pemerintah Kabupaten Kendal pun bergerak cepat. Fokus utama penanganan diarahkan pada pemulihan aliran sungai yang tertutup material longsor dan pepohonan tumbang.

Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kendal Agus Dwi Lestari menegaskan, aliran sungai yang tersumbat harus segera dibersihkan karena berpotensi memicu bencana lanjutan.

“Kami membersihkan material longsor dan bekas pohon-pohon tumbang yang menutupi sungai agar aliran air bisa kembali lancar,” ujar Agus.

Baca Juga: Wujudkan Transparansi, Satlantas Polres Kendal Terapkan E-Tilang Handheld

Menurutnya, sumbatan aliran air sangat berbahaya, terutama di tengah curah hujan tinggi. Selain rawan banjir bandang, kondisi tersebut juga mengancam pasokan air bersih warga, mengingat pipa perpipaan dilaporkan putus akibat longsor.

Kepala Desa Genting Gunung Rudi Darmawan memastikan, longsor terjadi di kawasan hutan lindung tanpa aktivitas manusia. Peristiwa tersebut dipicu oleh hujan yang turun dalam durasi panjang dengan intensitas tinggi.

“Ini murni kawasan hutan lindung. Tidak ada aktivitas penebangan. Karena hujan terlalu lama dan deras, tanah menjadi labil dan terjadi longsor,” jelas Rudi.

Ia menambahkan, pepohonan yang tumbang merupakan pohon tua yang roboh secara alami.

Bupati Kendal Hj. Dyah Kartika Permanasari memastikan langkah mitigasi bencana berjalan optimal, terutama dalam mengamankan alur sungai.

Baca Juga: Gubernur Ahmad Luthfi Kembali Meninjau Pengungsi Bencana Tanah Gerak di Tegal Bersama Wapres Gibran

“Kegiatan hari ini merupakan langkah mitigasi bencana, menindaklanjuti laporan warga terkait longsor di lereng Gunung Prau,” ujar Bupati Dyah.

Pemerintah daerah, lanjut Bupati, segera berkoordinasi lintas sektor untuk melakukan penanganan darurat melalui kerja bakti bersama.

“Kami berkoordinasi dengan TNI, Polri, Perhutani, BPBD, Satpol PP, Damkar, serta masyarakat,” katanya.

Meski lokasi longsor cukup jauh dari permukiman, Bupati menegaskan potensi bahaya tetap mengintai karena longsor terjadi tepat di alur sungai.

“Longsornya memang jauh dari rumah warga, tapi ini berada di sungai. Kalau tidak dibersihkan, air bisa terbendung,” ujarnya.

Hasil peninjauan menunjukkan banyak pohon besar tumbang dan menutup aliran air. Jika dibiarkan, kondisi tersebut dikhawatirkan memicu luapan air ke wilayah bawah, terutama saat hujan deras.

“Kalau musim hujan, luapannya bisa ke bawah dan berdampak ke masyarakat,” tambahnya.

Dampak longsor sempat dirasakan warga Dusun Dawan, Desa Genting Gunung. Bupati menyebut, sejumlah warga terpaksa mengungsi akibat debit air sungai yang meningkat tajam.

“Ada beberapa warga Dusun Dawan yang mengungsi karena debit airnya sangat luar biasa,” ungkapnya.

Meski demikian, Bupati menegaskan tidak ada unsur penebangan liar dalam kejadian tersebut. Seluruh pohon yang tumbang merupakan pohon tua yang roboh secara alami.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Kendal juga menyerahkan bantuan sembako kepada warga sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap masyarakat terdampak.

Pemerintah Kabupaten Kendal mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah lereng dan bantaran sungai, untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah cuaca ekstrem. Warga diminta segera melapor jika menemukan tanda-tanda bahaya, seperti retakan tanah, pohon miring, atau peningkatan debit air sungai secara tiba-tiba. **

Artikel Terkait