Lima Pekan Program Paham AI, 4.367 Pelajar Kendal Kantongi Sertifikat

Sebanyak 5.027 pelajar Kendal mengikuti Program Paham AI Polres Kendal, dengan 4.367 peserta lulus dan memperoleh sertifikat setelah lima pekan.
KENDAL, puskapik.com – Literasi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mulai mendapat perhatian serius di kalangan pelajar di Kabupaten Kendal. Sebanyak 5.027 siswa tingkat menengah tercatat mengikuti Program Paham AI yang digelar Kepolisian Resor (Polres) Kendal melalui Bagian Sumber Daya Manusia (SDM).
Program edukasi teknologi tersebut dilaksanakan secara bertahap selama lima pekan. Dari total peserta, sebanyak 4.367 pelajar dinyatakan lulus dan berhak memperoleh sertifikat. Tingkat kelulusan mencapai 86,9 persen.
Capaian tersebut sekaligus menunjukkan tingginya antusiasme pelajar terhadap pemahaman teknologi yang kini berkembang pesat dan semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Antusiasme bahkan meningkat pada pelaksanaan pekan kelima. Sosialisasi menyasar delapan sekolah, yakni SMK Negeri 1 Kendal, SMK NU 1 Kendal, SMA Negeri 1 Kendal, SMK NU 2 Rowosari, SMK Negeri 5 Kendal, SMK Muhammadiyah 4 Sukorejo, SMK Harapan Mulya, dan SMK Negeri 4 Kendal.
Baca Juga: Anggota PMR Kendal Diuji Baca Situasi Darurat
Pada pekan terakhir itu, sebanyak 1.557 siswa mengikuti sosialisasi. Sebanyak 1.452 peserta dinyatakan lulus sertifikasi atau mencapai 93,3 persen.
Kapolres Kendal AKBP Ratna Quratul Ainy mengatakan, perkembangan AI merupakan keniscayaan yang harus diikuti dengan kesiapan sekaligus sikap bijak. Karena itu, edukasi kepada pelajar dinilai penting agar teknologi tidak hanya dipahami sebagai alat bantu, tetapi juga digunakan secara aman dan bertanggung jawab.
“Kemajuan teknologi, khususnya Artificial Intelligence, adalah sebuah keniscayaan yang harus disikapi dengan kesiapan dan kebijaksanaan,” ujar Ratna.
Baca Juga: Pembongkaran Gedung Hogwan Rampung, Jalan Lapangan Asri Bumiayu Kembali Bisa Dilewati
Menurut dia, kehadiran Polres Kendal dalam program tersebut merupakan bagian dari upaya mendampingi generasi muda menghadapi perubahan di era digital. Literasi AI tidak cukup berhenti pada kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga menyangkut aspek keamanan, produktivitas dan etika.
“Kami ingin memastikan generasi muda kita tidak hanya sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi memiliki kemampuan untuk memanfaatkannya secara cerdas, aman, produktif, dan beretika,” katanya.
Ia berharap sertifikat yang diperoleh para peserta tidak sekadar menjadi dokumen kelulusan, melainkan menjadi bekal untuk menghadapi perkembangan teknologi yang akan semakin cepat.
Rangkaian Program Paham AI dari pekan pertama hingga pekan kelima berlangsung tertib, aman dan lancar. Polres Kendal menyatakan akan terus mengembangkan kegiatan literasi digital serupa sebagai bagian dari kontribusi kepolisian dalam mendukung dunia pendidikan dan menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan teknologi.**