Lompatan Besar Kendal 2025, Infrastruktur Makin Mantap, Ekonomi Tertinggi di Jateng

Bupati Kendal saat meresmikan hasil hasil pembangunan di Kabupaten Kendal tahun 2025. edhot

Kendal catat pertumbuhan ekonomi 8,84% tertinggi di Jateng 2025, infrastruktur mantap, kawasan kumuh dan RTLH terus berkurang.

KENDAL ,puskapik.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten Kendal mewujudkan pembangunan yang merata dan berkeadilan melalui tema “Kendal Inclusive” pada 2025 membuahkan hasil nyata. Infrastruktur kian mantap, kawasan kumuh menyusut, rumah tidak layak huni (RTLH) terus berkurang, dan pertumbuhan ekonomi melesat tertinggi di Jawa Tengah.

Penjabat Sekretaris Daerah Kendal, Agus Dwi Lestari, memaparkan capaian pembangunan menunjukkan tren positif. Penanganan RTLH yang pada 2024 tercatat sebanyak 32.768 unit, telah ditangani 1.646 unit.

Pada 2025 jumlah RTLH menjadi 31.865 unit dengan 903 unit tertangani. “Penanganan ini dilakukan bertahap sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya saat melaporkan hasil pembangunan dalan gebyar hasil-hasil pembangunan yang dilaksanakan di Kecamatan Boja Kamis (12/02/2026).

Baca Juga: Wagub Taj Yasin Apresiasi Peran PMI Jateng dalam Penanganan Bencana dan Aksi Kemanusiaan

Di sektor permukiman, luas kawasan kumuh juga berhasil ditekan. Berdasarkan Keputusan Bupati Kendal terbaru Nomor 100.3.3.2/10/2025, jumlah lokasi kumuh kini menjadi 14 titik di 17 desa/kelurahan pada sembilan kecamatan dengan luas total 96,149 hektare. Angka ini turun dari sebelumnya 17 lokasi di lima kecamatan dengan luas 134,76 hektare.

Perbaikan infrastruktur jalan pun menunjukkan progres signifikan. Dari total panjang jalan kabupaten 782,710 kilometer, sebanyak 83,707 persen atau 655,181 kilometer dalam kondisi mantap. Sisanya 16,293 persen atau 127,529 kilometer masih menjadi prioritas peningkatan kualitas.

Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, menegaskan capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen daerah. “Pertumbuhan ekonomi Kendal tahun 2025 mencapai 8,84 persen, tertinggi di Jawa Tengah. Investasi juga tertinggi, sebesar Rp15,8 triliun dan melampaui target. Ini buah kerja keras bersama,” tegasnya.

Sepanjang 2025, Pemkab Kendal merealisasikan 63 paket lelang tender, termasuk 56 paket pekerjaan konstruksi. Sejumlah proyek strategis diresmikan, di antaranya rekonstruksi Jalan Boja–Kaligading, Jalan Sendang–Sikucing–Larangan, pembangunan Lapkesda, serta penggantian Jembatan Wonosari–Kartika Jaya. Infrastruktur tersebut tidak hanya memperlancar mobilitas warga, tetapi juga menjadi bagian dari kesiapan menghadapi arus mudik 2026.

Bupati berharap seluruh infrastruktur yang telah dibangun dapat dijaga dan dirawat bersama. Ia juga meminta OPD aktif memantau kondisi lapangan guna memastikan pemerataan pembangunan benar-benar dirasakan hingga pelosok.

Memasuki 2026, Pemkab Kendal mengusung tema “Kendal Hebat” dengan fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan kemandirian pangan, dan pemerataan pembangunan. Dengan potensi daerah yang lengkap, Kendal optimistis terus tumbuh sebagai daerah maju, inklusif, dan berdaya saing.

Artikel Terkait